Festival Tasyakur Nelayan Jadi Andalan Baru Pariwisata Kabupaten Garut.

Selasa, 07 Jul 2026, 12:02 WIB

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadikan kegiatan Tasyakur Nelayan sebagai agenda kepariwisataan daerah yang digelar secara berkelanjutan untuk menjadi daya tarik pariwisata yang akhirnya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

"Ini menjadi salah satu agenda kepariwisataan, sehingga pariwisata yang ada di Kabupaten Garut menjadi salah satu yang akan bisa dilihat sebagai atraksi wisata," kata Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, di Garut, Senin.

Ket. Foto: Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika. — Sumber: Antara Foto

Ia menuturkan, Kabupaten Garut memiliki banyak destinasi wisata alam maupun wisata budaya, salah satunya wisata pantai di sepanjang selatan di Garut.

Selain menyajikan keindahan laut, kata dia, masyarakat di pesisir pantai memiliki tradisi yang selama ini digelar melibatkan banyak orang, salah satunya Tasyakur Nelayan di Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet yang dilaksanakan, Minggu (5/7).

"Tahun depan kita rencanakan kegiatan ini jadi lebih meriah lagi tentu dengan dukungan seluruh pihak," katanya.

Ia menyampaikan, sektor kelautan merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir pantai di Garut, untuk itu pemerintah daerah siap mendukung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang mayoritas bermatapencaharian sebagai nelayan.

Dukungan tersebut, kata dia, salah satunya melalui perbaikan aksesibilitas di kawasan destinasi wisata agar menjadi lebih baik untuk kenyamanan pengunjung maupun masyarakat setempat.

"Kami akan berdiskusi dengan Bupati dan Ketua (DPRD), bagaimana caranya agar infrastruktur yang menuju ke Santolo ini ke depan semakin baik," katanya.

Beni juga mengingatkan nelayan untuk senantiasa menjaga ekosistem laut, dan kelestarian lingkungan agar keberadaan laut terus memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, khususnya bagi masyarakat nelayan.

"Ini merupakan rasa syukur kita semua, terutama para nelayan, karena kita diberi keberkahan ya, rezeki, dan sebagainya, sehingga orang lain di Santolo khususnya, bisa menikmati hasil laut," katanya.

Kegiatan Tasyakur Nelayan Santolo 2026 ini dimeriahkan oleh berbagai rangkaian kegiatan di antaranya gelar budaya tradisional dan lomba hias perahu nelayan. Prosesi ritual adat larung sajen ke tengah laut. Penyediaan layanan publik gratis seperti kesehatan, Disdukcapil, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu digelar kegiatan doa bersama dan santunan anak yatim piatu yang selanjutnya menggelar wayang golek oleh lingkung seni ternama Giriharja 3 Putra.

  • Tasyakur Nelayan

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.