Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Emas Perhiasan Inflasi Terus-menerus Selama 11 Bulan 

📅 Selasa, 02 Des 2025, 00:30 WIB | Oleh:
Emas Perhiasan Inflasi Terus-menerus Selama 11 Bulan  Doc: ist
Ket. emas

JAKARTA – Kepala BPS Jakarta, Nurul Hasanudin, menjelaskan, emas perhiasan yang merupakan komoditas kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil inflasi yang cukup tinggi dari bulan ke bulan. Emas perhiasan mengalami inflasi 9 kali tahun 2023. Kemudian, inflasi 11 kali tahun 2024, serta secara selama 11 bulan tahun ini terus-menerus inflasi.

Selain emas perhiasan, komoditas lain yang memberikan andil inflasi bulanan Jakarta pada bulan November adalah cabai merah dengan andil 0,04 persen. Lalu, tarif angkutan udara (0,04 persen), ikan kembung (0,02 persen), dan bawang merah (0,02 persen). Adapun khusus untuk cabai merah, level harga secara rata-rata bulan November mencapai 76.840,94 per kg.

"Ini tentunya menjadi perhatian kita, karena level harga pada November 2025 sudah mencapai level yang cukup tinggi di kisaran 77.000," kata jelas Nurul, di Jakarta, Senin. Di sisi lain, terdapat pula lima komoditas utama yang memberikan andil deflasi bulanan pada bulan November. Komoditas tersebut adalah daging ayam ras (0,05 persen), bawang putih (0,01 persen), tarif jalan tol (0,01 persen), telur ayam ras dan beras (0 persen), dan telepon seluler (0 persen).

Inflasi 2,67

Sementara itu, inflasi tahunan Jakarta mencapai sebesar 2,67 persen untuk bulan November dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,11. "Kalau kita lihat tren, dari Desember ke Desember sebelumnya juga ada inflasi. Mudah-mudahan tetap terjaga di target 2,5 plus minus 1 untuk inflasi tahun ini," ujar Kepala BPS Jakarta, Nurul Hasanudin, dalam keterangan, di Jakarta, Senin.

Inflasi tahunan terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran. Kelompok penyumbang utamanya adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,84 persen. Kelompok penyumbang lainnya adalah makanan, minuman, dan tembakau (0,77 persen). Kemudian, kelompok perumahan air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,67 persen).

Selain itu, ada pula kelompok pendidikan (0,15 persen), kelompok kesehatan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran yang masing-masing menyumbang andil sebesar 0,09 persen. Lalu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,04 persen). Kelompok pakaian dan alas kaki (0,03 persen) dan kelompok transportasi serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya yang masing-masing memberikan andil sebesar 0,01 persen.

"Seluruh kelompok pengeluaran mengalami inflasi secara tahunan pada bulan November. Yang tidak inflasi adalah kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan. Ini memberikan andil deflasi sebesar 0,03 persen. Komoditas utama penyumbang deflasi adalah komoditas telepon seluler," ujar Nurul. Emas perhiasan (0,16 persen). Sementara itu, tingkat inflasi bulanan Jakarta, November, lebih tinggi dibandingkan nasional yang tercatat sebesar 0,17 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.