Belanja Prioritas 2026 Capai Rp2.567 Triliun
📅 Selasa, 02 Des 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
Pemerintah berharap delapan program tersebut dapat mewujudkan kedaulatan pangan, energi dan ekonomi untuk Indonesia yang tangguh dan sejahtera.
Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menetapkan total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2.567,9 triliun rupiah untuk delapan program prioritas pada 2026.
“Di tahun 2026, pemerintah akan membelanjakan untuk program prioritas sebanyak Rp2.567,9 triliun dari anggaran Rp3.842 triliun,” katanya saat memberikan sambutan dalam Rapat Pimpinan Nasional 2025 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Senin (1/12).
Seperti dikutip dari Antara, Airlangga mengatakan delapan program tersebut difokuskan guna mewujudkan kedaulatan pangan, energi dan ekonomi untuk Indonesia yang tangguh dan sejahtera.
Menurutnya, sektor pendidikan mendapatkan alokasi terbesar yakni 757,8 triliun rupiah. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan sekolah unggulan, Sekolah Rakyat, serta perbaikan fasilitas pendidikan secara menyeluruh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selanjutnya, program ketahanan energi mendapatkan anggaran sebesar 402,4 triliun rupiah, yang salah satunya dimanfaatkan untuk insentif perpajakan 16,7 triliun rupiah, energi baru terbarukan 37,5 triliun rupiah, listrik desa 5 triliun rupiah, serta dukungan lainnya 600 miliar rupiah.
Airlangga mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi prioritas utama pemerintah dengan anggaran mencapai 335 triliun rupiah.
Lebih lanjut ia mengatakan program tersebut ditargetkan untuk menjangkau 80 juta penerima manfaat hingga pertengahan tahun depan, meningkat dari cakupan saat ini yang sudah mencapai 44 juta anak sekolah. "Tentu (program) ini multiplier effect-nya (dampak bergandanya) juga luar biasa".
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, pemerintah menganggarkan 164,4 triliun rupiah untuk ketahanan pangan, termasuk dukungan pengadaan beras oleh Bulog serta peningkatan produktivitas petani dan nelayan.
Sektor kesehatan mendapatkan alokasi 244 triliun rupiah, sementara pembangunan desa, koperasi, dan UMKM dialokasikan sebesar 181,8 triliun rupiah.
Ia mengatakan dua program prioritas lainnya adalah pertahanan semesta dengan anggaran 424,8 triliun rupiah serta akselerasi investasi serta perdagangan global sebesar 57,7 triliun rupiah.
Stabilitas Makro
Lebih jauh, Airlangga menyatakan optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat melampaui 5,4 persen. Keyakinan itu timbul seiring terjaganya stabilitas makro dan berkurangnya tekanan global yang membayangi perekonomian sepanjang beberapa tahun terakhir.
"Pemerintahan sudah berjalan satu tahun, dan alhamdulillah perekonomian masih dalam situasi yang baik-baik saja. Pertumbuhan ekonomi kita 5 persen sudah tujuh tahun, artinya Indonesia tumbuh 35 persen dalam tujuh tahun di tengah ketidakpastian global dan berbagai krisis yang sudah kita lalui, termasuk perang tarif," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!