Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tulus Abadi: Pemerintah Wajib Kendalikan Harga dan Beri Sanksi untuk Pelaku Spekulan

📅 Senin, 01 Des 2025, 08:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tulus Abadi: Pemerintah Wajib Kendalikan Harga dan Beri Sanksi untuk Pelaku Spekulan Doc: Antara Foto
Ket. Warga terdampak banjir bandang menyantap mi instan sebagai makanan darurat di Jorong Subarang, Dusun Batua, Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Minggu (30/11/2025).

Pegiat perlindungan konsumen sekaligus Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi mendorong pemerintah mengambil langkah cepat untuk menstabilkan harga bahan pangan, BBM, dan bahan bangunan di wilayah yang terdampak banjir bandang.

“Pengawasan ketat dan sanksi tegas juga mendesak untuk ditegakkan, bagi pelaku pelanggaran atau mengambil untung secara ugal-ugalan,” ujar Tulus di Jakarta, Senin.

Bencana banjir bandang yang menerjang tiga provinsi yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dilaporkan menimbulkan ratusan korban jiwa, baik meninggal dunia, hilang, maupun yang terdampak.

Selain korban jiwa, bencana juga merusak infrastruktur vital seperti jaringan transportasi, listrik, telekomunikasi, layanan kesehatan, dan fasilitas publik lainnya. Kondisi itu menghambat distribusi kebutuhan dasar dan memicu kenaikan harga berbagai komoditas.

Menurut Tulus, masyarakat di sejumlah wilayah mulai kesulitan memperoleh bahan pangan. Ia menyebut adanya laporan lonjakan harga komoditas, termasuk telur ayam yang mencapai Rp90.000 per kilogram.

“Oleh sebab itu, musti ada langkah dan upaya radikal yang harus dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemda untuk mengatasi anomali dan fenomena tersebut,” kata dia.

Tulus menekankan pentingnya rekonstruksi cepat terhadap infrastruktur vital, meski dalam skala darurat. Ia meminta pemerintah merevitalisasi jaringan ketenagalistrikan, termasuk penyediaan gardu serta pembangkit listrik darurat.

“Pertamina perlu menjamin pasokan BBM dengan harga normal, sementara operator telekomunikasi harus menyiapkan genset darurat untuk mengaktifkan BTS,” ujarnya.

Menurut dia, akses komunikasi sangat krusial untuk memperlancar distribusi logistik, terutama pangan.

Ia juga mendesak penguatan pengawasan terhadap potensi distorsi pasar, seperti penimbunan dan pungutan liar yang dapat memicu kenaikan harga pangan.

Hal yang sama perlu diterapkan pada bahan bangunan seperti besi, semen, baja, dan bata, yang harganya berpotensi melonjak akibat meningkatnya permintaan pascabencana.

Distribusi BBM dari SPBU resmi harus dipastikan berjalan dengan baik guna mencegah penimbunan dan penjualan di atas harga eceran resmi oleh pihak-pihak tertentu.

Ia juga mendorong pembentukan posko pengaduan dan call center untuk memantau kelancaran pasokan serta perkembangan harga kebutuhan pokok dan BBM. Di sisi lain, Tulus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying.

‘Belanja lah sesuai kebutuhan dan bangun solidaritas antarwarga sebagai sesama korban bencana,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Oman Tunda Pertemuan Darura...

Mau Buka Selat Hormuz, Iran Ajukan Syarat ke AS

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Mau Buka Selat Hormuz, Iran...

Warga Rusunawa Desak Pengusiran Dihentikan

2 jam lalu | Paundra Zakirulloh

Megapolitan
Warga Rusunawa Desak Pengus...
Advertisement
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.