Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cabai Merah Melonjak Hingga Capai Rp150 Ribu! Banjir Sumatera Bikin Harga Pedas Sekali

📅 Senin, 01 Des 2025, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cabai Merah Melonjak Hingga Capai Rp150 Ribu! Banjir Sumatera Bikin Harga Pedas Sekali Doc: ANTARA/ Indah PS
Ket. Salah pedagang tradisional di Pekanbaru yang menjual cabai merah.

PEKANBARU – Dampak banjir mendorong kenaikan harga komoditas pertanian karena terganggunya produksi, distribusi, dan kualitas hasil panen di sejumlah wilayah sentra.

Banjir tidak hanya merusak lahan dan menghambat akses logistik, tetapi juga menurunkan pasokan ke pasar, sehingga tekanan harga meningkat dalam jangka pendek.

Kondisi ini menunjukkan kerentanan rantai pasok pangan terhadap cuaca ekstrem dan pentingnya strategi mitigasi seperti penguatan infrastruktur irigasi, early warning system, serta diversifikasi sumber pasokan.

Tanpa langkah adaptif, volatilitas harga komoditas pertanian akan terus berulang setiap kali terjadi gangguan cuaca.

Harga komoditas cabai merah di Provinsi Riau terpantau sudah mengalami kenaikan hingga Rp140 ribu - Rp150 ribu per kilogram dikarenakan daerah yang menjadi pemasok mengalami bencana banjir seperti di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan juga Aceh.

“Harga cabai merah di Riau sudah naik. Di beberapa pasar di Pekanbaru harganya sudah mencapai Rp140-150 ribu per Kg. Ini akibat daerah penghasil cabai sedang dilanda bencana sehingga pasokan berkurang,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Menengah Riau, Taufiq OH di Pekanbaru, Senin (1/12).

Oleh karena itu sebagai upaya antisipasi kenaikan harga dan ketersediaan cabai merah. Pemerintah Provinsi Riau akan mendatangkan cabai merah dari luar pulau Sumatera.

Taufik mengaku pihaknya saat ini sudah berkoordinasi dengan daerah penghasil cabai di Pulau Jawa. Seperti dari Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk dapat mengirimkan stok cabai merah ke Riau.

“Saat ini kami sedang terus berkoordinasi dengan daerah penghasil cabai seperti dari Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk dapat mengirim cabai merah ke Riau,” sebutnya.

Pihaknya berharap dengan upaya yang dilakukan tersebut, dapat menekan harga cabai merah di Riau yang saat ini mengalami kenaikan. Selain berusaha menekan harga, pihaknya juga terus berusaha menjamin agar ketersediaan bahan pokok lainnya juga tersedia.

“Selain agar harganya kembali stabil, kami juga berupaya agar ketersediaan bahan pokok di Riau seperti cabai merah tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk bijak dalam berbelanja. Tidak perlu membeli bahan pokok dengan cara berlebihan karena pemerintah akan terus berupaya menjaga ketersediaan bahan pokok tersebut.

“Dan kami himbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan atau membeli bahan pokok,” imbaunya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

34 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.