Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

SlarasBudaya Hadirkan Harmoni Seni, Alam, dan Kuliner di Tana Bambu

📅 Minggu, 30 Nov 2025, 14:06 WIB | Oleh:
SlarasBudaya Hadirkan Harmoni Seni, Alam, dan Kuliner di Tana Bambu Doc: istimewa

BOGOR - Komunitas SlarasBudaya kembali menghadirkan perpaduan harmonis antara seni tradisi, alam, dan kuliner dalam sebuah pertunjukan yang digelar di Restoran Tana Bambu, Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Sabtu sore (29/11). Acara ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati kesenian Nusantara dalam suasana pedesaan yang hangat.

Dalam pementasan tersebut, Komunitas SlarasBudaya menampilkan Tari Rejang Sari, karya maestro tari Bali, I Ketut Rena. Tarian dengan gerak sederhana namun dinamis ini sarat makna, mengajarkan nilai kebersamaan, kesetaraan, serta ketulusan hati. Para penari terlibat penuh dalam harmoni ritme, saling mendukung, dan melepaskan energi negatif agar tarian tersaji dengan penuh kasih.

Sebagai bentuk penghormatan kepada Mas Narno, pelatih tari Jawa Timur, SlarasBudaya juga mementaskan Tari Jejer Gandrung Gurit Mangir. Tarian ini berasal dari tradisi agraris masyarakat yang memuliakan Dewi Sri sebagai lambang kemakmuran dan hasil panen. Dalam perkembangannya, tari Gandrung menjadi tari penyambutan tamu yang sarat pesan sukacita dan rasa syukur.

Pertunjukan seni tersebut berlangsung di suasana syahdu Restoran Tana Bambu, yang dikenal dengan konsep kuliner alami bernuansa pedesaan. Bangunan joglo klasik, hidangan ala rumahan, dan nuansa alam yang asri membuat pengalaman menonton semakin hangat dan menenangkan.

"Terima kasih untuk Tana Bambu, karena kami mendapat wadah untuk berekspresi, dan pengunjung pun memperoleh pengalaman menyeluruh dalam menikmati kekayaan cita rasa dan budaya Nusantara," ujar Pritha Nandini, Founder SlarasBudaya.

20251130140456_tari-1.jpg

Penari yang membawakan Tari Rejang Sari adalah Grantyartha, Nurmadelina, Sri Utami, Renta Simanjuntak, Roro Siliasih, Ananda Aviati, Winedari Wiyono, dan Riski Aris Wanty. Sementara penari Jejer Gandrung Gurit Mangir terdiri atas Oktavia Kurnia, Pritha Nandini, dan Arke Nurdjatni Soedjatno.

Pentas ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pariwisata kuliner, menghadirkan pengalaman multisensori yang memadukan seni, ruang, dan cita rasa Nusantara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
PBB Peringatkan Dampak Luas...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.