Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peninjauan Kerusakan Infrastruktur di Padang Pariaman

📅 Sabtu, 29 Nov 2025, 22:50 WIB | Oleh:
Peninjauan Kerusakan Infrastruktur di Padang Pariaman Doc: Antara
Ket. Kepala Staf Kepresidenan RI Muhammad Qodari saat meninjau kerusakan infrastruktur akibat bencana alam di Padang Pariaman, Sumbar pada Sabtu (29/11).

Padang - Kepala Staf Kepresidenan RI Muhammad Qodari meninjau langsung kondisi infrastruktur yang rusak akibat banjir dan longsor di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (29/11).

Dalam peninjauan yang berfokus pada kerusakan jembatan dan akses jalan utama itu Qodari didampingi Bupati Padang Pariaman John Kennedy Azis.

"Saya datang langsung ke Padang Pariaman untuk melihat bagaimana kerusakan infrastruktur yang terjadi akibat bencana," jata Qodari dalam keterangan yang diterima di Padang, Sabtu.

Ia menerangkan kunjungan tersebut dilakukannya di kawasan Jembatan Batang Anai yang menjadi salah satu titik terparah usai bencana.

Namun dari tinjauan lapangan dan laporan Bupati, diketahui bahwa sedikitnya 18 jembatan di Padang Pariaman telah mengalami kerusakan.

Termasuk empat unit jembatan besar di sepanjang Sungai Batang Anai, serta 14 jembatan kecil yang ambruk karena diterjang arus.

"Selain jembatan, sebanyak 14 hingga 16 ruas jalan juga dilaporkan putus, dan sejumlah kawasan sempat terisolasi," jelasnya.

Qodari menegaskan bahwa pemerintah pusat ingin mendapatkan gambaran yang utuh mengenai tingkat kerusakan dan kebutuhan perbaikan.

“Topik dasar hari ini adalah melihat langsung kondisi infrastruktur di Padang Pariaman, semua data akan dirangkum supaya mendapatkan perhatian dan perbaikan pada waktunya,” katanya.

Selain meninjau infrastruktur, Kepala Staf Kepresidenan juga mengecek perkembangan kondisi warga yang terdampak oleh bencana.

Ia menyambut baik laporan bahwa banjir telah surut dan sekitar 80 persen, sehingga warga sudah kembali ke rumah dibantu TNI dan Polri yang melakukan pembersihan lingkungan.

"Sebagian warga masih ada mengungsi terutama yang rumahnya berada di area rawan atau hanyut terbawa arus, ini harus dipastikan penanganannya," kata Qodari.

Ia juga menyoroti dampak ekonomi akibat terputusnya Jalan Lintas Utama di kawasan Lembah Anai, karena banyak warung dan usaha kecil tutup yang disebabkan sepinya arus kendaraan.

“Perbaikan perlu segera, bukan hanya untuk mobilitas tetapi untuk menggerakkan kembali ekonomi masyarakat,” terangnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.