Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Save the Children Siapkan Perlengkapan Huntara untuk Anak di Sumatera

📅 Jumat, 28 Nov 2025, 19:20 WIB | Oleh:
Save the Children Siapkan Perlengkapan Huntara untuk Anak di Sumatera Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Tim SAR gabungan berjibaku mengevakuasi korban kesembilan banjir bandang di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Jumat (28/11/2025). Hingga hari ketiga Tim SAR gabungan masih mencari para korban hilang akibat bencana hidrometeorologi tersebut.

JAKARTA - Save the Children Indonesia berkoordinasi untuk mendistribusikan perlengkapan tempat tinggal/hunian sementara, air bersih, dan selimut untuk 51.000 warga termasuk di antaranya 21.000 anak-anak di Aceh dan Sumatera Utara yang terdampak bencana hidrometeorologi.

"Tim kami sudah berada di Medan dan Nias untuk memastikan bantuan darurat dapat segera diterima oleh keluarga terdampak, terutama anak-anak yang paling rentan. Situasi ini sangat memprihatinkan, akses jalan terputus, jaringan listrik yang belum pulih membuat proses evakuasi dan distribusi bantuan semakin menantang," kata CEO Save the Children Indonesia Dessy Kurwiany Ukar dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Pihaknya berkomitmen untuk memastikan anak-anak mendapat hak-hak dasar mereka seperti tempat tinggal sementara yang layak, akses air bersih, dan dukungan kebutuhan anak sesegera mungkin.

Dessy Kurwiany mengatakan bahwa riset Save the Children secara global menunjukkan krisis iklim merupakan ancaman terbesar bagi pemenuhan hak anak.

"Riset tahun 2025 yang berjudul Born Into the Climate Crisis 2 mengungkapkan bahwa anak-anak yang lahir saat ini akan mengalami bencana iklim dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," katanya.

Menurut dia, hampir semua anak yang lahir sejak tahun 2020 akan mengalami lebih banyak gelombang panas, banjir sungai, kekeringan, kebakaran hutan dan kegagalan panen dibandingkan generasi kakek-nenek mereka.

Hujan deras di sejumlah daerah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat beberapa hari terakhir menyebabkan setidaknya 90 orang meninggal dunia, tiga di antaranya adalah anak-anak, dan puluhan lainnya dilaporkan hilang.

Data Badan Penanggulangan Bencana Aceh menyebutkan selama periode 18 November - 27 November 2025 sebanyak 33.817 KK/119.988 jiwa terdampak, termasuk ribuan anak yang turut mengungsi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.