Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korban Jiwa dalam Kebakaran Apartemen Hong Kong Bertambah Jadi 94 Orang, Dua di Antaranya WNI

📅 Jumat, 28 Nov 2025, 08:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korban Jiwa dalam Kebakaran Apartemen Hong Kong Bertambah Jadi 94 Orang, Dua di Antaranya WNI Doc: Daily Sentinel
Ket. Kompleks apartemen di Distrik Tai Po, Hong Kong terbakar dalam 24 jam.

HONG KONG - Pihak berwenang Hong Kong mengatakan pada hari Jumat (28/11), jumlah korban tewas akibat kebakaran terburuk di kota itu bertambah menjadi setidaknya 94 orang, dua orang diantaranya warga negara Indonesia (WNI).

Api hampir sepenuhnya padam dan tim penyelamat menyisir gedung-gedung tinggi yang terbakar untuk mencari puluhan orang yang masih dinyatakan hilang.

Dari 94 orang yang terkonfirmasi tewas hingga pukul 06.00 waktu setempat, satu orang adalah petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun dan dua orang adalah warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga .

Setidaknya 76 orang terluka dalam kebakaran tersebut, termasuk 11 petugas pemadam kebakaran, kata seorang juru bicara pemerintah. Banyak orang masih hilang, meskipun jumlah pastinya belum diperbarui sejak Kamis pagi.

Ini adalah kebakaran paling mematikan di Hong Kong sejak 1948, ketika sebuah ledakan yang diikuti kebakaran menewaskan 135 orang.

Namun, jumlah korban masih bisa bertambah, pemimpin kota John Lee mengatakan pada Kamis dini hari bahwa 279 orang belum ditemukan.

Petugas pemadam kebakaran kemudian mengatakan mereka telah menghubungi beberapa orang tersebut dan pihak berwenang belum memperbarui angka tersebut sejak saat itu.

Setidaknya 12 korban selamat masih dalam kondisi kritis, sementara pihak rumah sakit menggambarkan kondisi 28 korban lainnya sebagai "serius".

Polisi di pusat komunitas terdekat yang berharap dapat mengidentifikasi para korban menunjukkan foto-foto jenazah yang ditarik dari api kepada orang-orang yang mencari orang-orang terkasih yang hilang.

"Jika wajah-wajahnya tidak dapat dikenali, ada barang-barang pribadi yang harus dikenali," kata seorang perempuan bermarga Cheung yang sedang mencari kerabatnya.

"Saya tidak bisa menggambarkan perasaan saya. Ada anak-anak," katanya.

Kebakaran mematikan dulunya merupakan momok rutin di Hong Kong yang padat penduduk, terutama di lingkungan miskin, tetapi langkah-langkah keamanan yang lebih baik telah mengurangi kejadian tersebut.

Pihak berwenang Hong Kong akan segera memeriksa semua perumahan yang sedang menjalani pekerjaan besar setelah bencana, kata pemimpin kota Lee.

Pejabat nomor dua kota, Eric Chan, mengatakan dalam konferensi pers bahwa "sangat penting untuk mempercepat transisi penuh ke perancah logam".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.