ITS Perkuat Pemulihan Warga Terdampak Erupsi Semeru
📅 Jumat, 28 Nov 2025, 16:27 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
LUMAJANG - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Satuan Tugas (Satgas) Kemanusiaan ITS dan Yayasan Manarul Ilmi (YMI) ITS kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan, yakni dengan menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Tim gabungan ITS tersebut juga melaksanakan survei awal untuk pemetaan kebutuhan prioritas serta rencana pemulihan jangka panjang.
Tim Satgas ITS yang terdiri dari Nurul Jadid, Herdayanto Sulistyo Putro, Arwi Yudhi Koswara, Ilman Harun, dan Failaqul Haq bersama Tim YMI ITS, Rabu (26/11), tiba di lokasi terdampak untuk menyalurkan bantuan logistik esensial. Bantuan diserahkan ke posko pengungsian di SMPN 2 Pronojiwo, yang saat ini menampung sebanyak 373 pengungsi. “Bantuan seperti matras, bantal, tisu, dan selimut ini benar-benar sangat dibutuhkan oleh para pengungsi, terutama untuk memastikan mereka dapat beristirahat dengan layak dalam kondisi darurat ini,” ujar Yadin, Koordinator Posko SMPN 2 Pronojiwo.
Dalam hal ini, ITS turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan erupsi APG Semeru. Respons cepat dari Dinas Sosial, Kementerian Sosial (Kemensos) RI, TAGANA, BMKG, BPBD, dan Pemerintah Kabupaten Lumajang dinilai telah berjalan efektif dalam menangani fase kedaruratan bencana.
Tidak hanya berfokus pada bantuan langsung, ITS juga memanfaatkan keahlian teknologi untuk melakukan pemetaan kerusakan permukiman dan lahan pertanian. Data hasil pemetaan ini akan menjadi landasan penting dalam perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi. Survei awal turut mencakup asesmen kebutuhan logistik serta peluang pelatihan bagi masyarakat terdampak, yang nantinya akan menjadi dasar penyusunan program KKN Tanggap Bencana agar sesuai dengan kondisi lapangan.
Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) ITS Nurul Jadid menjelaskan bahwa ITS akan melanjutkan dukungannya dengan berfokus pada aspek pemulihan ekonomi. “Sebagai langkah lanjutan, ITS akan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk memulihkan ekonomi masyarakat terdampak,” papar profesor yang biasa disapa Jadid ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut guru besar Departemen Biologi ITS ini, program yang direncanakan meliputi pelatihan bagi UMKM dan petani, guna mengaktifkan kembali usaha kecil dan memulihkan lahan pertanian. Inisiatif ini mencerminkan komitmen ITS untuk membantu masyarakat bangkit secara mandiri “Tidak hanya melalui respons kedaruratan, tetapi juga pemulihan jangka panjang,” imbuhnya.
Melalui aksi kemanusiaan ini, ITS turut berkontribusi pada pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya dalam mendukung kesehatan dan keselamatan warga sesuai SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), rehabilitasi kawasan terdampak bencana sesuai SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), pengurangan risiko bencana terkait perubahan iklim sesuai SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga dan relawan sesuai SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!