Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Kupang Minta Guru Jadi Fasilitator Edukasi Pencegahan Rabies

📅 Kamis, 27 Nov 2025, 07:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Kupang Minta Guru Jadi Fasilitator Edukasi Pencegahan Rabies Doc: ANTARA
Ket. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana drh. Yohanes Simarmata (berdiri) saat memberikan materi dalam pelatihan para guru sekolah dasar sebagai fasilitator edukasi pencegahan rabies, di Kupang, Rabu, (26/11/2025).  

KUPANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), meminta guru sekolah dasar menjadi fasilitator dan edukator dalam upaya pencegahan kasus rabies berbasis prinsip kesejahteraan hewan.

“Pelatihan ini menjadi salah satu upaya preventif sekaligus meningkatkan pengetahuan para guru mengenai materi rabies dan upaya pencegahan praktik yang berisiko bagi kesehatan masyarakat maupun hewan,” kata Kepala bidang Pembinaan dan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Oktovianus Naitboho, di Kupang, Rabu (26/11).

Hal ini ia sampaikan dalam pelatihan fasilitator edukasi rabies yang digelar lembaga swadaya masyarakat JAAN Domestic bagi 18 perwakilan guru sekolah dasar di Kota Kupang.

Menurut dia, rabies merupakan penyakit zoonosis yang menjadi permasalahan serius dan masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di Indonesia terutama di NTT. Di sisi lain, lembaga pendidikan memiliki kontribusi penting dalam mencegah rabies dan meningkatkan kesadaran masyarakat dimulai dari peserta didik.

“Dengan pelatihan ini, para guru dibekali keterampilan mengajarkan nilai kesejahteraan hewan dan pencegahan rabies secara kreatif dan menyenangkan dalam kegiatan belajar di sekolah,” kata Oktovianus.

Ia berharap para peserta mampu memperdalam wawasan serta selanjutnya dapat mengintegrasikan edukasi rabies berbasis kesejahteraan hewan di sekolah sekaligus memperluas jejaring antarguru.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan materi utama “Situasi Rabies, Pengenalan Rabies dan Penanganannya melalui Prinsip Kesejahteraan Hewan” yang disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesejahteraan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Provinsi NTT drh. Melky Angsar.

Materi berikutnya, “Pentingnya Edukasi terkait Rabies dan Kesejahteraan Hewan bagi Anak-anak” yang dibawakan oleh Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana drh. Yohanes Simarmata. Ia menekankan pentingnya edukasi yang kreatif dengan metode sesuai usia peserta didik untuk membangun budaya empati sejak dini.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan materi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), modul ajar JAAN Domestic, serta penyusunan rencana tindak lanjut di lingkungan sekolah masing-masing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

25 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.