Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polda NTT-Australia bahas penguatan TPPO dan People Smuggling

📅 Rabu, 26 Nov 2025, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polda NTT-Australia bahas penguatan TPPO dan People Smuggling Doc: Antara
Ket. Wakapolda NTT Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo (kiri) berpose dengan Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath di Kupang, Rabu (26/11).

Kupang - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur bersama delegasi dari Kedutaan Besar Australia bertemu di Kupang untuk membahas penguatan kerja sama penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan People Smuggling di NTT.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra kepada wartawan di Kupang, Rabu (26/11), menjelaskan, kedatangan para delegasi dari Kedubes Australia disambut langsung oleh Wakapolda NTT Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo.

"Pertemuan ini digelar dalam rangka memperkuat koordinasi, kerja sama, serta evaluasi penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan people smuggling di wilayah NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan menjadi salah satu titik rawan," katanya.

Henry menjelaskan kunjungan serta pertemuan itu merupakan bentuk penghargaan Pemerintah Australia terhadap kinerja Polda NTT dalam beberapa tahun terakhir.

“Delegasi Australia menyampaikan apresiasi karena sinergitas antara Polri, Polda NTT, dan lembaga terkait menghasilkan peningkatan signifikan dalam penindakan TPPO --bahkan meningkat tujuh kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Henry.

Dalam pertemuan itu, Henry Wakapolda juga menyampaikan upaya pemberantasan perdagangan orang memerlukan kerja sama berkelanjutan antara Polri, pemerintah daerah, lembaga internasional, serta negara mitra.

Wakapolda juga menyinggung sejumlah persoalan yang membutuhkan penanganan bersama, mulai dari penanganan pengungsi yang sudah berlarut hingga 12 tahun, potensi gangguan keamanan terhadap warga lokal, hingga kasus-kasus penganiayaan yang melibatkan imigran.

“Kami butuh tindak lanjut yang lebih komprehensif agar tidak terjadi kebiasaan atau pembiaran. Masalah kemanusiaan tetap kami utamakan, tetapi keamanan warga lokal juga harus dijaga,” tegasnya.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath dalam pertemuan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih dari Pemerintah Australia atas kerja sama yang sangat efektif, terutama dalam kasus-kasus TPPO di wilayah Rote, Kupang, hingga kawasan perbatasan.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan hasil penegakan hukum ini tidak terlepas dari koordinasi lintas negara dan lokakarya bersama yang sudah dilakukan antara Indonesia, Australia, dan Timor Leste.

“Upaya deteksi dini, pencegahan, serta penindakan yang dilakukan Polri bersama Polda NTT memberikan dampak signifikan bagi penanggulangan TPPO dan people smuggling,” ujarnya.

Delegasi Australia juga menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama, termasuk kunjungan lapangan bersama di beberapa titik rawan sebagai tindak lanjut program sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.