Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ratusan Ogoh-Ogoh di Denpasar Meriahkan Malam Pengerupukan Nyepi 2026

📅 Kamis, 19 Mar 2026, 04:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ratusan Ogoh-Ogoh di Denpasar Meriahkan Malam Pengerupukan Nyepi 2026 Doc: Antara
Ket. Ratusan ogoh-ogoh seka teruna di Denpasar ramaikan Catur Muka pada malam Pengerupukan jelang Hari Raya Nyepi di Denpasar, Rabu 18/3).

Denpasar - Ratusan ogoh-ogoh karya seka teruna atau kelompok pemuda Denpasar mewarnai kawasan Catur Muka Lapangan Puputan di malam Pengerupukan atau sehari menjelang Hari Raya Nyepi.

Wakil Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar I Gede Yogi Pramana di Denpasar, Rabu (18/3), mengatakan kawasan Catur Muka merupakan titik paling dinantikan baik oleh kelompok pemuda maupun masyarakat Denpasar.

“Biasanya akan banyak sekali ogoh-ogoh yang datang dari segala penjuru ke Catur Muka, maka dari itu masyarakat biasanya sudah berada sejak pukul 6 sore sampai malam untuk menikmati karya-karya seka teruna,” kata dia.

Catur Muka sendiri menjadi langganan lokasi pawai karena merupakan titik nol Kota Denpasar sekaligus pusat kota.

Pasikian Yowana Kota Denpasar melihat tahun ini antusias anak muda semakin meningkat, terlihat dari tingginya kuantitas garapan ogoh-ogoh disertai kualitasnya yang semakin baik.

Karena beberapa pekan lalu Pemkot Denpasar menggelar Kasanga Festival bertema pemuliaan terhadap air, maka di malam Pengerupukan ogoh-ogoh dengan tema tersebut paling banyak melintasi pusat kota.

“Malam ini banyak sekali di Kota Denpasar ogoh-ogoh yang bertemakan pemuliaan terhadap air, dan tentunya tanpa meninggalkan esensi dari bhuta kala, sosok raksasa atau tokoh pewayangan,” ujar Gede Yogi.

Melihat situasi Catur Muka Denpasar yang begitu padat karena euforia kelompok pemuda dan masyarakat sekaligus wisatawan, Pasikian Yowana Kota Denpasar mengimbau agar penyelenggaraan pawai di malam Pengerupukan tetap kondusif.

“Sejak forum diskusi awal, Kasanga Festival, sampai saat ini kami tetap meminta pemuda menjaga kondusivitas apalagi saat Pengerupukan. Harapan kami jangan menggunakan sound system, minuman keras, hormati sesama seka teruna, dan jaga kondusivitas di wilayah masing-masing,” kata dia.

Selain di Catur Muka, Gede Yogi mengatakan tahun ini hampir seluruh desa adat di Denpasar menggelar festival tepat sehari sebelum Hari Raya Nyepi.

Ini dapat menjadi alternatif masyarakat ketika tidak bisa menembus padatnya jalan menuju pusat kota.

“Jika melihat dari pemetaan saat Pengerupukan ini hampir setiap desa mengadakan perlombaan ogoh-ogoh, yang paling padat memang Catur Muka tapi selain itu ada di daerah Sanur, Gatsu, Sesetan, dan banyak lagi jadi layak buat dikunjungi,” ucap Gede Yogi.

Salah satu kelompok pemuda yang melakukan pawai melintasi Catur Muka yaitu Seka Teruna Tunggal Adnyana Taruna Banjar Gelogor mengatakan setiap tahun rute ini selalu mereka pilih.

Biasanya bersama ratusan ogoh-ogoh dari banjar maupun desa adat lain, mereka akan mengarak ogoh-ogoh beriringan dari pukul 19.00 Wita hingga kembali lagi pada tengah malam untuk kemudian memusnahkan karya representasi dari bhuta kala itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Ekonomi
Jumlah pekerja rentan terli...

Tradisi Merti Desa Kledung

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi Merti Desa Kledung

Pelemahan Nilai tukar rupiah

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Pelemahan Nilai tukar rupiah
Luar Negeri
Permintaan perbaikan pasar ...

Asap bertambah pekat di Berbak

1 jam lalu | Wahyu AP

Daerah
Asap bertambah pekat di Berbak
Advertisement
Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.