Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sejarah Hari Guru: Dari Lahirnya PGRI hingga Penetapan Peringatan Nasional

📅 Senin, 24 Nov 2025, 19:15 WIB | Oleh:
Sejarah Hari Guru: Dari Lahirnya PGRI hingga Penetapan Peringatan Nasional Doc: Kemendikdasmen
Ket. Seorang guru sedang memberikan materi kepada para siswa

JAKARTA - Hari Guru Nasional memiliki sejarah yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia pada masa awal kemerdekaan. Penetapan tanggal 25 November sebagai Hari Guru berasal dari peristiwa penting ketika para guru bersatu membentuk organisasi profesi pertama setelah Indonesia merdeka.

Momentum tersebut terjadi pada 25 November 1945 ketika para guru dari berbagai daerah berkumpul dalam Kongres Persatuan Guru Indonesia di Surakarta. Kongres ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk menyatukan visi dalam membangun sistem pendidikan nasional yang merdeka dari pengaruh kolonial.

Sebelum kemerdekaan, organisasi-organisasi guru masih terpecah karena kebijakan pemerintah kolonial yang memisahkan sekolah berdasarkan golongan. Kondisi ini membuat guru sulit menyuarakan aspirasi bersama terkait pendidikan yang setara dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kongres pada 1945 menjadi titik balik ketika seluruh organisasi guru akhirnya memutuskan untuk melebur menjadi satu wadah bernama Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI. PGRI lahir sebagai bentuk kesadaran kolektif bahwa guru harus memiliki kekuatan bersama untuk mengawal pendidikan nasional.

Pembentukan PGRI juga menjadi simbol kebangkitan guru sebagai kelompok intelektual yang memiliki tanggung jawab besar dalam mencerdaskan bangsa. Para pendidik pada masa itu menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama dalam mempertahankan kemerdekaan dan membangun masa depan.

Sejak berdirinya PGRI, tanggal 25 November selalu dikenang sebagai momen bersejarah bagi perjuangan profesi guru. Tanggal tersebut kemudian menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk menetapkan Hari Guru Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi para pendidik.

Pemerintah resmi menetapkan 25 November sebagai Hari Guru Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Penetapan ini menegaskan bahwa guru merupakan pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia dan masa depan bangsa.

Hari Guru Nasional kemudian diperingati setiap tahun oleh sekolah, lembaga pendidikan, dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia. Peringatan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi tetapi juga refleksi atas kontribusi besar guru dalam membangun kualitas pendidikan nasional.

Dalam perkembangan sejarahnya, Hari Guru Nasional juga menguatkan fungsi PGRI sebagai organisasi profesi yang mengawal kepentingan guru. PGRI terus berperan dalam meningkatkan kompetensi, kesejahteraan, dan martabat profesi guru melalui berbagai program dan advokasi.

Seiring perubahan zaman, makna Hari Guru semakin berkembang sebagai momentum untuk menilai kembali tantangan pendidikan modern. Guru dituntut adaptif dengan perkembangan teknologi, perubahan metode pembelajaran, dan kebutuhan kompetensi baru di era digital.

Meskipun menghadapi tantangan yang semakin besar, semangat sejarah Hari Guru tetap menjadi pengingat bahwa profesi ini memiliki akar perjuangan yang kuat. Guru tetap menjadi sosok sentral yang memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan kualitas generasi penerus bangsa.

Peringatan Hari Guru juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan apresiasi terhadap peran guru. Dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang holistik dan berkelanjutan.

Dengan memahami sejarahnya, Hari Guru tidak sekadar dipandang sebagai hari seremonial semata. Momentum ini menjadi perwujudan penghargaan terhadap perjuangan panjang guru dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di Indonesia.

Sejarah Hari Guru mengajarkan bahwa profesi guru selalu berada di garis depan perubahan sosial dan intelektual bangsa. Dedikasi dan pengabdian para pendidik sejak masa kemerdekaan hingga sekarang menjadikan peringatan ini bermakna bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.