Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengamat Nilai Candi Bentar di Gedung Sate Megah, Namun Kurang Manfaat

📅 Senin, 24 Nov 2025, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengamat Nilai Candi Bentar di Gedung Sate Megah, Namun Kurang Manfaat Doc: Antara
Ket. Salah satu gerbang di Gedung Sate yang tengah direvovasi menjadi bentuk candi bentar.

Bandung - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono menilai gerbang bergaya candi bentar di Gedung Sate memiliki paradoks, yakni megah secara visual namun hampa manfaat bagi masyarakat Jabar yang tengah bergulat dengan realitas ekonomi.

Proyek pilar gerbang yang kini masih dalam tahap pembangunan itu, menurut Kristian, mencerminkan ketimpangan fatal dalam politik anggaran antara prioritas pemerintah dengan kebutuhan riil warga.

"Secara fisik tampak megah, seolah menunjukkan ada pergerakan pembangunan. Tapi ketika dibenturkan dengan realitas ekonomi masyarakat Jawa Barat saat ini, itu terasa hampa karena tidak menyentuh akar persoalan publik," ujarnya di Bandung, Minggu (23/11).

Menurut Kristian, lolosnya anggaran ini dalam APBD memang menandakan adanya kesepakatan formal antara pemerintah daerah dan DPRD.

Namun, ia juga mempertanyakan urgensi "mempercantik" pagar kantor pemerintahan di saat daya beli dan kesejahteraan masyarakat sedang membutuhkan stimulus nyata.

Lebih lanjut, Kristian menyebut fenomena ini sebagai proyek "mercusuar" pembangunan yang mengejar efek visual dan simbolik semata.

Sehingga, kata dia, publik berhak menggugat transparansi alasan di balik prioritas pemugaran pagar dibandingkan program yang berdampak langsung pada kualitas hidup manusia.

Utamanya pada angka Rp3,9 miliar yang digelontorkan untuk gerbang itu, ditambah paving blok area parkir.

Kristian menekankan bahwa narasi efisiensi yang selama ini didengungkan pemerintah, seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai pemotongan anggaran, melainkan juga soal ketepatan alokasi "input" untuk menghasilkan "output" yang bermakna.

"Apakah Rp3,9 miliar untuk pagar dan gapura (dan lapangan parkir) itu lebih bermakna dibanding jika dialokasikan untuk program yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi warga?" katanya menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.