PVMBG: Gunung Semeru Masih Beraktivitas Tinggi dan Status Awas
📅 Minggu, 23 Nov 2025, 16:15 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: PVMBG
LUMAJANG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada tingkat tinggi. Gunung dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut itu pun tetap berstatus Level IV atau "Awas".
Kondisi sebuah gunung berapi di Indonesia dibagi menjadi empat tingkatan: Normal (level-1), Waspada (level-2), Siaga (level-3) dan Awas (level4). Setiap level memiliki tingkat aktivitas yang berbeda, mulai tidak ada aktivitas (Normal) hingga potensi meletus dalam 24 jam ke depan (Awas).
Gunung Semetu mengalami peningkatan aktivitas sejak 19 November 2025 lalu. Kepala PVMBG, Priatin Hadi Wijaya, mengatakan hasil analisis terbaru memperlihatkan masih terjadinya rangkaian erupsi dan aktivitas guguran lava.
“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi, aktivitas Gunung Semeru masih tinggi. Sehingga tingkat aktivitasnya masih ditetapkan pada level IV (awas),” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/11) malam.
Pemantauan visual pada 21–22 November 2025 hingga pukul 12.00 WIB menunjukkan erupsi berlangsung terus-menerus. Pada 20 November, munculasap kawah putih bertekanan sedang setinggi 1.000 meter di atas puncak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa letusan dengan ketinggian 300–500 meter juga terlihat dominan mengarah ke tenggara. Sementara aktivitas guguran lava berlangsung dengan jarak luncur mencapai 800 meter ke arah Besuk Kobokan.
“Secara visual aktivitas erupsi dan guguran lava masih terjadi. Namun sering tidak teramati karena cuaca yang kurang mendukung,” kata Priatin.
PVMBG juga mencatat jumlah gempa yang terjadi selama periode pemantauan menunjukkan tingkat kegempaan yang masih tinggi. Gempa tersebut mengindikasikan adanya suplai magma dari bawah permukaan Semeru bersamaan dengan pelepasan material melalui letusan dan embusan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Getaran lahar terekam dua kali berturut-turut dengan durasi panjang. Ini menunjukkan adanya aliran lahar di Besuk Koboan yang memicu letusan sekunder,” ucap dia.
Pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB, Gunung Semeru meletus besar yang memunculkan awan panas dengan jarak luncur 13,8 kilometer. Awan panas ke arah Besok Kobokan itu beramplitudo47 mm, durasi gempa: 14.283 detik (sekitar 4 jam).
Sejak 19 November 2025 pukul 17.00 WIB, status Semeru dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas). PVMBG memastikan, bahwa hingga kini belum mengalami penurunan.
PVMBG mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kawasan rawan bencana, untuk tetap waspada. Serta mengikuti arahan pemerintah daerah serta petugas mitigasi di lapangan. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!