Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Biar Tak Diakal-akali Calo, Menteri P2MI Dorong Calon Migran Manfaatkan KUR Resmi!

📅 Minggu, 23 Nov 2025, 17:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Biar Tak Diakal-akali Calo, Menteri P2MI Dorong Calon Migran Manfaatkan KUR Resmi! Doc: ANTARA FOTO/ Fauzan
Ket. Ilustrasi- Sejumlah calon perawat mengikuti pelajaran bahasa Jepang di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Hadetama, Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat.

KOTA SUKABUMI – Fasilitas KUR bagi calon pekerja migran menjadi instrumen strategis untuk memperkuat perlindungan dan kesiapan ekonomi sebelum berangkat ke negara tujuan.

Dengan skema bunga rendah dan persyaratan yang lebih mudah, pembiayaan ini membantu menutup kebutuhan biaya penempatan secara transparan, sehingga calon pekerja migran tidak lagi bergantung pada pinjaman informal yang kerap menjerat utang berlebihan.

Di sisi lain, akses KUR juga mendorong peningkatan kualitas kompetensi. Dana yang cair dapat dimanfaatkan untuk pelatihan, sertifikasi, maupun pemenuhan dokumen resmi, sehingga pekerja migran berangkat dengan kemampuan dan legalitas yang lebih kuat.

Secara makro, tersedianya fasilitas pembiayaan formal ini berpotensi menekan praktik percaloan dan menurunkan risiko kerentanan sosial-ekonomi, sekaligus memastikan remitansi di masa depan memberikan dampak yang lebih produktif bagi keluarga dan daerah asal.

Dengan demikian, KUR tidak hanya berfungsi sebagai pembiayaan, tetapi sebagai mekanisme perlindungan, pemberdayaan, dan peningkatan profesionalisme pekerja migran Indonesia.

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin saat meresmikan Pasim Go Migrant Center, di Sukabumi, Jawa Barat, mempersilakan calon pekerja migran yang akan bekerja di luar negeri secara perorangan atau melalui pemerintah daerah dan pelaksana penempatan mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Keterangan yang diperoleh dari Diskominfo Kota Sukabumi, Minggu (23/11), menyebutkan Mukhtarudin mempersilakan mengajukan KUR berupa pinjaman hingga Rp100 juta dengan bunga enam persen.

"Ini untuk membantu pekerja migran yang tidak punya kemampuan biaya supaya bisa tetap berangkat," katanya.

Pengembalian pinjaman KUR tersebut dapat dicicil dari hasil kerja yang telah diperoleh.

Ia menyebutkan KUR tahun 2025 sebesar Rp210 miliar dan baru tersalurkan Rp64 miliar, sehingga masih banyak yang bisa diberikan.

Mukhtarudin menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemetaan, tersedia sekitar 290 ribu lowongan pekerjaan di luar negeri, dan angka pelamar baru mencapai sekitar 20 persen.

Sementara itu, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani menerima Direksi Bank Artha Graha Internasional untuk membahas rencana kolaborasi penyaluran KUR bagi pekerja migran, pada Jumat (21/11).

Christina mengatakan Bank Artha Graha sebelumnya telah memiliki pengalaman panjang dalam menyalurkan KUR khusus pekerja migran, namun terhenti sementara karena pandemi COVID-19.

Bank swasta tersebut juga memiliki rekam jejak penyaluran pembiayaan bagi pekerja migran di sejumlah negara tujuan penempatan seperti Hong Kong dan Taiwan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.