Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kucing Masuk Kategori Predator di New Zealand, Kok Bisa?

📅 Sabtu, 22 Nov 2025, 20:20 WIB | Oleh:
Kucing Masuk Kategori Predator di New Zealand, Kok Bisa? Doc: AFP/RNZ

Wellington (ANTARA) - New Zealand menyertakan kucing liar ke dalam daftar target Predator Free 2050 yang bertujuan melindungi satwa liar asli, kata Menteri Konservasi Tama Potaka pada Jumat (21/11) waktu setempat.

Menyertakan kucing liar dalam target Predator Free 2050 berarti perlindungan yang lebih kuat bagi satwa liar setempat, sarana yang lebih baik bagi masyarakat, dan dampak yang lebih kecil bagi petani, keluarga, dan ekonomi, kata Potaka dalam sebuah pernyataan pemerintah.

"Kucing liar saat ini ditemukan di seluruh Aotearoa, mulai dari peternakan hingga hutan, dan mereka memberikan tekanan besar pada burung, kelelawar, kadal, dan serangga asli," ujar Potaka.

Dia juga menyatakan bahwa kucing liar menyebarkan toksoplasmosis, yang membahayakan lumba-lumba, memengaruhi manusia, dan menyebabkan kerugian pada ternak.

Kebijakan tersebut menyusul konsultasi publik mengenai strategi Predator Free yang menerima hampir 3.400 masukan, di mana lebih dari 90 persen di antaranya mendukung peningkatan pengelolaan kucing liar, menurut pernyataan itu.

Menambahkan kucing liar ke dalam daftar target Predator Free 2050 akan memungkinkan koordinasi nasional dalam pengendalian kucing liar, membuka pendanaan Predator Free untuk proyek-proyek yang menargetkan kucing liar, meningkatkan penelitian terhadap alat dan teknologi yang efektif dan manusiawi, serta memperkuat upaya perlindungan spesies yang terancam di seluruh negara tersebut, kata pernyataan itu.

Potaka menyebutkan contoh kerusakan yang disebabkan oleh kucing liar, termasuk hilangnya lebih dari 100 kelelawar ekor pendek dalam satu pekan di dekat Ohakune, sebuah kota kecil di North Island, dan hampir punahnya burung dotterel selatan di Stewart Island.

Menteri tersebut menekankan bahwa hewan peliharaan domestik tidak termasuk dalam target, dengan mengatakan bahwa kepemilikan yang bertanggung jawab, sterilisasi (desexing), dan penanaman mikrocip (microchipping) tetap penting. Rincian lebih lanjut akan dijelaskan dalam revisi strategi Predator Free 2050 yang akan dirilis pada Maret 2026. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Olahraga
UEFA Nations League: Pesta ...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.