Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak 2025: Seruan Global untuk Hentikan Kekerasan Berbasis Gender

📅 Sabtu, 22 Nov 2025, 17:05 WIB | Oleh:
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak 2025: Seruan Global untuk Hentikan Kekerasan Berbasis Gender Doc: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh

JAKARTA - Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (16 HAKTP) Tahun 2025 kembali menjadi momentum global untuk memperkuat gerakan penghapusan kekerasan berbasis gender. Kampanye internasional ini diperingati setiap 25 November hingga 10 Desember dan telah menjadi ruang kolektif untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap isu kekerasan yang masih banyak dialami perempuan dan anak di berbagai belahan dunia.

Kampanye ini pertama kali digagas oleh Women’s Global Leadership Institute pada tahun 1991. Sejak itu, 16 HAKTP terus berkembang menjadi gerakan besar yang melibatkan ribuan organisasi, pemerintah, komunitas, serta individu dari lebih dari 180 negara.

Setiap tahun, kampanye ini mengangkat tema-tema yang relevan dengan situasi kekerasan terhadap perempuan dan anak secara global. Pada 2025, fokus kampanye diarahkan pada pentingnya memperluas ruang aman bagi perempuan dan anak di lingkungan publik maupun privat.

Kampanye ini menyoroti berbagai bentuk kekerasan yang masih marak terjadi. Kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, perundungan digital, eksploitasi ekonomi, hingga perdagangan orang merupakan sejumlah isu yang terus menjadi perhatian dunia.

Selama 16 hari, berbagai negara menggelar kampanye edukasi, diskusi, aksi publik, hingga advokasi kebijakan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan isu kekerasan berbasis gender tetap mendapat sorotan luas dari pemerintah hingga akar rumput masyarakat.

Momentum ini juga memperkuat komitmen global untuk mencapai kesetaraan gender. Penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi salah satu tujuan utama dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin kelima tentang kesetaraan gender.

Di Indonesia, kampanye 16 HAKTP terus menjadi ruang penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Berbagai lembaga pemerintah, organisasi perempuan, akademisi, komunitas pemuda, hingga media ambil bagian dalam menyebarkan pesan kampanye ini setiap tahun.

Indonesia sendiri menghadapi tantangan serius terkait angka kekerasan berbasis gender. Berbagai data nasional menunjukkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih berada pada angka tinggi, baik yang terjadi di ranah personal maupun publik.

Karena itulah kampanye ini membawa pesan kuat untuk meningkatkan perlindungan bagi kelompok rentan. Perempuan dan anak harus mendapatkan ruang aman, dukungan layanan yang mudah diakses, serta perlindungan hukum yang kuat.

Selain penguatan layanan, kampanye 16 HAKTP juga menekankan pentingnya perubahan budaya. Budaya patriarki, normalisasi kekerasan, hingga stigma terhadap korban menjadi faktor yang sering menghambat upaya penghapusan kekerasan.

Dalam konteks tersebut, peran masyarakat menjadi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung korban. Dukungan moral, akses informasi, hingga pengawasan terhadap ruang-ruang publik menjadi bagian dari gerakan perubahan.

Kampanye global ini juga memberikan ruang besar bagi generasi muda. Anak muda di seluruh dunia didorong untuk terlibat aktif melalui gerakan digital, kampanye sosial, hingga aksi komunitas yang berdampak langsung terhadap lingkungan sekitar.

Di era teknologi saat ini, kekerasan berbasis gender juga semakin merambah ke ruang digital. Perundungan online, penyebaran konten intim non-konsensual, hingga eksploitasi digital menjadi bagian dari isu yang disorot dalam kampanye tahun ini.

Selain itu, kampanye 16 HAKTP 2025 turut menyoroti pentingnya kebijakan pemerintah yang responsif gender. Pemerintah di berbagai negara diharapkan memperkuat regulasi, layanan perlindungan, serta anggaran untuk penanganan kekerasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.