Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenlu: Pemerintah Harus Jadi Motor Utama Pengembangan AI Nasional

📅 Kamis, 07 Agu 2025, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamenlu: Pemerintah Harus Jadi Motor Utama Pengembangan AI Nasional Doc: Antara
Ket. Wamenlu Arif Havas Oegroseno memberikan sambutan pada pembukaan simposium “Exploring the Global South: Epistomologies, Development Pathways, and Research Network” yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Kamis (7/8).

Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memulai pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), terutama melalui pendanaan dan dukungan awal terhadap riset dan inovasi.

“Pemerintah memiliki sumber daya untuk mendanai pengembangan AI. Jika pemerintah bisa memfasilitasi para ahli untuk duduk bersama dan mengembangkan algoritma AI, maka pelaku industri, termasuk pengembang gim, akan lebih mudah berkontribusi di tahap selanjutnya,” ujar Havas saat membuka simposium “Exploring the Global South: Epistemologies, Development Pathways, and Research Network” yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Kamis (7/8).

Dalam forum tersebut, Havas membagikan pengalamannya berdiskusi dengan para pengembang gim di Indonesia mengenai potensi pemanfaatan AI di industri kreatif dan mengapa para pengembang gim itu tidak membangun AI.

Menurut Wamenlu, Indonesia merupakan negara yang cukup maju dalam pengembangan gim, memiliki ekosistem gim yang berkembang pesat, serta memiliki ratusan perusahaan yang menyediakan jasa pengembangan gim untuk pasar lokal, regional, dan global.

Namun, dalam diskusi itu, para pengembang menyatakan bahwa kendala utama dalam membangun AI bukan terletak pada kemampuan teknis, melainkan pada keterbatasan dana dan waktu.

“Para pengembang gim menyampaikan bahwa mereka tidak membangun AI bukan karena sulit, tetapi karena tidak ada dana. Mereka fokus pada pengembangan gim yang bisa langsung menghasilkan pendapatan,” jelas Havas.

Ia menambahkan bahwa pengembangan AI membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Dibutuhkan dedikasi, waktu, dan investasi berkelanjutan yang idealnya diawali oleh pemerintah sebagai motor penggerak awal inovasi nasional.

“Karena orang ini (para pengembang gim) ingin menghasilkan uang dari pengembangan gim. Mereka tidak punya waktu untuk melakukan sesuatu seperti AI,” ujar Havas.

Havas pun menggarisbawahi bahwa pengembangan AI tidak hanya terbatas terkait pembiayaan, tetapi juga mengenai dedikasi waktu untuk mengembangkan AI tersebut.

Simposium “Exploring the Global South” merupakan bagian dari rangkaian kegiatan PARETO 2025, sebuah forum tahunan yang diselenggarakan oleh Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat BRIN.

Acara ini mempertemukan akademisi, ekonom, pembuat kebijakan, dan praktisi pembangunan dari berbagai negara di kawasan Asia, Afrika, dan Timur Tengah.

Perwakilan negara-negara anggota BRICS dan ASEAN juga turut hadir, membawa perspektif kawasan yang memperkuat semangat solidaritas serta kerja sama Selatan-Selatan dalam membangun masa depan bersama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.