Zelensky Siap Kooperatif di Rencana Perdamaian AS, Tapi Eropa Bilang Itu Pengkhianatan
📅 Jumat, 21 Nov 2025, 18:45 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: AP
JAKARTA - Sejumlah negara Eropa menolak rencana Amerika Serikat yang dinilai dapat memaksa Ukraina memberikan konsesi dalam upaya mendorong pembicaraan damai dengan Rusia. Penolakan ini muncul karena kekhawatiran bahwa tekanan semacam itu justru akan melemahkan posisi Kyiv di medan perang maupun diplomasi.
Menurut laporan Reuters, beberapa pejabat Eropa menegaskan bahwa mereka tidak setuju dengan pendekatan Washington yang ingin mempercepat pembicaraan damai melalui skema konsesi teritorial. Mereka menilai strategi tersebut berpotensi menciptakan preseden buruk dan menggerus kepercayaan Ukraina terhadap para sekutunya.
Pejabat dari empat negara Eropa mengatakan bahwa pembicaraan internal telah memunculkan ketegangan antara Washington dan beberapa ibu kota UE. Mereka memperingatkan bahwa memaksa Ukraina bernegosiasi dari posisi tertekan hanya akan memperkuat Rusia.
"Ini bukan waktunya memberikan tekanan tambahan terhadap Kyiv," kata salah satu pejabat Eropa yang mengetahui diskusi tersebut.
Perdebatan muncul ketika perang Ukraina memasuki fase panjang dengan garis depan yang relatif stagnan selama beberapa bulan terakhir. AS disebut mendorong pendekatan baru yang dianggap lebih realistis untuk mengakhiri perang, terutama menjelang pemilu dan dinamika politik domestik Amerika.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, negara-negara Eropa seperti Polandia, negara Baltik, dan beberapa anggota UE lainnya mengambil posisi keras dengan menolak ide tersebut. Mereka berargumen bahwa Ukraina harus tetap diberi ruang untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa intervensi yang merugikan.
Eropa percaya bahwa tekanan prematur untuk berunding dapat mematahkan moral pasukan Ukraina yang terus bertempur di garis depan. Selain itu, mereka menilai bahwa Rusia tidak menunjukkan tanda-tanda siap melakukan kompromi nyata dalam pembicaraan apapun.
Sejumlah diplomat mengatakan bahwa Eropa lebih memilih mempertahankan dukungan militer penuh kepada Ukraina dibanding memaksa negosiasi yang tidak seimbang. Mereka memandang bahwa pendekatan AS cenderung pragmatis, tetapi risiko jangka panjangnya terlalu besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami tidak akan meminta Ukraina untuk menyerah hanya demi mencapai gencatan senjata cepat," ujar seorang diplomat dari negara UE Timur.
UE juga tengah membahas bantuan jangka panjang yang lebih besar untuk memastikan Ukraina tetap dapat bertahan selama perang berlanjut. Bantuan tersebut termasuk suplai senjata, amunisi, dan dukungan keuangan yang lebih stabil.
AS sendiri, menurut sumber Reuters, mempertimbangkan berbagai opsi untuk mengurangi beban finansial dan militer yang semakin meningkat akibat perang berkepanjangan. Washington juga menghadapi tekanan politik dalam negeri terkait keberlanjutan dukungan bagi Ukraina.
Namun, banyak pejabat Eropa melihat langkah AS sebagai upaya melindungi kepentingannya sendiri tanpa memperhitungkan dampak strategis terhadap keamanan Eropa. Mereka menilai bahwa perang ini tidak hanya menyangkut Ukraina, tetapi juga masa depan stabilitas kawasan.
Pejabat Eropa lainnya menegaskan bahwa setiap keputusan terkait masa depan Ukraina harus melibatkan Kyiv secara penuh. Mereka menolak keras ide bahwa Barat bisa memaksakan hasil kompromi yang tidak sesuai dengan keinginan Ukraina.
"Keputusan ada di tangan Ukraina, bukan di Washington atau ibu kota Eropa lainnya," kata seorang pejabat UE kepada Reuters.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!