Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mekanisme Penempatan Dana Pemerintah di Bank Terbukti Efektif

📅 Rabu, 19 Nov 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Akhir tahun merupakan fase di mana permintaan kredit usaha, belanja publik, dan aktivitas produksi biasanya naik. Penempatan dana ini membantu memastikan bank memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit,” kata Aditya.

Ia juga mengapresiasi fakta bahwa penyerapan alokasi sebelumnya berjalan cepat—yakni 84 persen atau 167,6 triliun rupiah. Penyerapan yang cepat itu menunjukkan adanya kebutuhan likuiditas yang nyata di sektor perbankan.

“Ini indikasi bahwa mekanisme penempatan dana berjalan efektif. Ketika bank langsung memanfaatkan dana tersebut, berarti ada permintaan kredit yang bisa segera didorong,” kata Aditya.

Lebih lanjut, Aditya menilai langkah itu juga mendukung stabilitas sistem keuangan, terutama di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung. Likuiditas yang kuat, menurutnya, akan menjaga kepercayaan pasar dan memastikan fungsi intermediasi perbankan tetap optimal.

Selama penyaluran kredit diarahkan pada sektor-sektor produktif seperti UMKM, industri pengolahan, dan perdagangan, maka penempatan dana pemerintah akan memberikan multiplier effect yang besar. “Dengan pengawasan yang baik, kebijakan ini bisa menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi di kuartal IV dan membantu menjaga tren pertumbuhan nasional,” kata Aditya.

Sementara itu, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan kabar tersebut saat ini menggembirakan karena berkaitan dengan likuiditas yang melimpah di perbankan.

Hal yang perlu diperhatikan jelasnya adalah jangan sampai terjadi situasi pasar yang tidak seimbang antara kelebihan penawaran dana dan surplus dana, sehingga akan menjadi beban biaya dana bagi perbankan.

“Ini perlu menjadi pertimbangan untuk dipikirkan secara serius bagaimana untuk menggerakkan sisi permintaan, terutama untuk investasi,”tegas Suhartoko.

Caranya melalui kemudahan investasi, menggenjot daya saing logistik yang saat ini jauh tertinggal, lalu menghilangkn birokrasi yang berbelit berbelit dan kemudahan perizinan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.