Pemprov Maluku Utara Dapat Bantuan Kemenekraf untuk Kembangkan Ekosistem Ekonomi Kreatif
📅 Selasa, 18 Nov 2025, 17:08 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif
JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) berkomitmen membantu Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang mencakup musik, gim, konten kreatif, dan produk kuliner.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda membahas strategi pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Maluku Utara dalam pertemuan di Autograph Tower, Jakarta, Senin (17/11).
Menurut siaran pers kementerian pada Selasa (18/11), pertemuan tersebut antara lain membahas strategi eksposur, penguatan basis data, dan komersialisasi karya kreatif Maluku Utara.
Irene menyampaikan pentingnya dukungan untuk mempromosikan karya-karya musisi lokal Maluku Utara.
"Ini membutuhkan penguatan konten kreator dan kampanye digital. Kita bisa dorong ke TikTok, kolaborasi dengan Spotify, untuk mengangkat musik Indonesia Timur, serta menyiapkan panggung di ruang publik seperti Dukuh Atas atau Blok M," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia juga mengemukakan perlunya penyiapan basis data yang mencakup produk, layanan, talenta, dan daftar tarif produk kreatif daerah.
"Mall, event, bahkan brand sering kesulitan mencari hidden gems. Kalau kita punya database lengkap berisi talenta, produk, dan rate card, kita bisa langsung menghubungkan mereka dengan pasar," katanya.
Dalam hal ini, ia mengatakan, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif siap memfasilitasi pelaksanaan kurasi melalui platform Ekraf Hunt.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Irene mengatakan perlunya penyiapan talenta untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
"Kita ingin memastikan bahwa ketika ada yang viral, mereka tidak hanya naik cepat tetapi juga bertahan. Jangan sampai terjadi easy come, easy go. Talenta harus siap secara legal, finansial, dan komersial," katanya.
Gubernur Maluku Utara menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menjalankan beberapa inisiatif untuk mendorong perkembangan ekonomi kreatif daerah.
"Salah satunya melalui kompetisi musik. Dulu peserta kebanyakan menyanyikan cover, kini kami hanya menerima karya orisinal," katanya.
Festival Musik Indonesia Timur rencananya diluncurkan tahun depan di Jakarta dan selanjutnya akan dijadikan sebagai acara tahunan.
Gubernur Maluku Utara juga menyampaikan rencana pengembangan usaha kuliner, kreasi konten, ekspor produk kreatif, serta pengembangan gim.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!