27 Warga dan 30 Rumah Tertimbun Longsor di Banjarnegara
Selasa, 18 Nov 2025, 03:06 WIBBANJARNEGARA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, melaporkan 27 warga masih dalam pencarian dan 30 rumah terdampak longsor yang melanda Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Minggu (16/11) siang.
âBerdasarkan pembaruan data per pukul 11.23 WIB, tercatat sebanyak 876 jiwa yang mengungsi dan 27 orang diduga hilang,â kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banjarnegara Raib Sekhudin saat dihubungi dari Cilacap, Senin (17/11).
Ia mengatakan tanah longsor tersebut mengakibatkan dua warga meninggal dunia, yakni Lewih (40), wafat saat menjalani perawatan di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara dan satu korban atas nama Esiah (22), ditemukan meninggal dunia tertimbun material longsoran di lokasi kejadian pada Senin, pukul 07.40 WIB.
Selain itu, 41 orang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan setelah menyelamatkan diri ke hutan saat bencana tersebut terjadi. âBerdasarkan pendataan sementara terdapat 30 rumah terdampak, sedangkan pengungsi tersebar di tiga lokasi, yakni yakni Kantor Kecamatan Pandanarum, Gedung Haji Pringamba, dan GOR Desa Beji,â katanya.
Dia menjelaskan operasi pencarian terhadap warga yang diduga hilang melibatkan personel BPBD Banjarnegara, TNI, Polri, sukarelawan, dan unsur SAR lainnya.
Selain itu, pendataan kerusakan, asesmen kebutuhan, serta pelayanan di pos lapangan terus dilaksanakan. âDapur umum, tenda darurat, dan fasilitas logistik telah disiapkan di Kantor Kecamatan Pandanarum untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi,â kata Raib.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Bupati Nomor 300.2/871/TAHUN 2025 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana di Banjarnegara yang telah ditetapkan sebelumnya.
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengatakan keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Banjarnegara pada Minggu (16/11) malam.
Tanah longsor melanda Desa Pandanarum diduga dipicu curah hujan cukup tinggi yang mengguyur wilayah perbukitan selama beberapa jam.
Longsor Cilacap
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban tanah longsor di Majenang, Kabupaten Cilacap, Jateng, diperluas pada hari kelima masa penanganan Âdarurat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa perluasan area pencarian dilakukan karena tim menemukan sejumlah titik baru yang diduga sebagai lokasi tertimbunnya korban.
Tim SAR gabungan kemudian membagi sektor pencarian agar proses evakuasi berjalan lebih cepat dan terukur.
Dengan strategi tersebut, hingga pukul 11.00 WIB, tim berhasil menemukan tiga jenazah, sehingga total korban meninggal dunia menjadi 16 orang. Sementara itu, tujuh warga lainnya masih dinyatakan hilang. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
McLaren Awali Musim F1 2026 dengan Pendekatan Bertahan, Stella Akui Ferrari dan Mercedes Unggul
-
BPBD Magetan Melaporkan Sejumlah Bencana Alam Akibat Cuaca Ekstrem
-
Proses Verifikasi Penerima Bantuan Rumah Rusak Berat di Sigi
-
Pengecekan Legalitas 1.085 Batang Kayu Bulat di Sungai Kapuas
-
Tercatat 50 Kejadian Bencana Alam di Wilayah Magetan Selama Januari 2026
-
Penyaluran Bantuan Logistik untuk Korban Angin Puting Beliung di Probolinggo
-
Waspadai Longsor Susulan di Cisarua
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.