Teknologi Semakin Jadi Andalan Penataan Kota Jakarta

Jumat, 19 Jun 2026, 03:25 WIB

JAKARTA – Teknologi dan kecerdasan buatan (AI) akan menjadi dominator dalam penataan kota Jakarta. “Pemprov Jakarta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital, data, dan AI dalam menata kelola kota. Ini sebagai bagian transformasi Jakarta menuju kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan,” tandas Gubernur Jakarta, Pramono Anung. 

Menurutnya, data, teknologi digital, dan AI kini menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing bangsa. Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional punya tanggung jawab menjadi penggerak transformasi. Dalam Indonesia Summit 2026 “The Next Us: Indonesia’s Leap in the Algorithmic Age” di Jakarta Selatan, Kamis, Pramono menyampaikan daya saing kota di era algoritma tidak lagi hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur fisik.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Kota juga harus mampu menyiapkan talenta, mendorong inovasi, dan memanfaatkan teknologi untuk memperkuat layanan publik serta efektivitas kebijakan. “Karena itu, Pemprov terus mendorong Jakarta menjadi kota global yang semakin kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Pramono. 

Lebih lanjut, dia menyebutkan, posisi Jakarta sebagai kota global terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan Global City Index, peringkat Jakarta naik dari posisi 74 menjadi 71. Capaian tersebut, menjadi pijakan untuk memperkuat daya saing Jakarta menuju target peringkat ke-20 kota global tahun 2045.

Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Jakarta menyiapkan inisiatif Jakarta RISE#20 sebagai kerangka transformasi menuju kota global. Inisiatif tersebut menjadi acuan agar program pembangunan, inovasi layanan, dan penguatan daya saing Jakarta berjalan lebih terarah.

“Inisiatif ini berfungsi sebagai roadmap untuk memperkuat fondasi pembangunan, mendorong pertumbuhan yang inovatif dan inklusif, serta meningkatkan peran Jakarta di tingkat regional maupun global,” tutur Pramono

Di sisi lain, Pramono memaparkan penerapan teknologi dilakukan secara bertahap pada sektor-sektor yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga. Ini mulai dari mobilitas, layanan publik, pengelolaan data spasial, penguatan ekonomi lokal, hingga tim pengendalian inflasi daerah (TPID).

Selain itu, pemanfaatan teknologi dan AI juga mulai diterapkan dalam tata kelola kota. Contoh, melalui Intelligent Traffic Control System, JAKI, Jakarta Satu, digitalisasi pasar tradisional dan UMKM. TPID juga memanfaatkan teknologi untuk menjaga stabilitas harga dan inflasi Jakarta.

Dalam bidang mitigasi banjir, Pemprov Jakarta mengoptimalkan pemanfaatan kamera pengawas atau CCTV yang terkoneksi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Jakarta.

Sistem tersebut dapat dipantau masyarakat melalui laman resmi www.pantaubanjir.com dan menjadi bagian dari dukungan pengambilan keputusan di lapangan. Sistem terintegrasi ini menjadi backbone bagi command center Dinas Sumber Daya Air untuk mengambil keputusan cepat terkait pengoperasian pintu air serta pompa secara real time. Hal ini khususnya saat wilayah ibu kota memasuki status siaga musim hujan. 

Tak hanya penguatan teknologi, dia menegaskan transformasi Jakarta juga harus memastikan akses layanan publik yang semakin inklusif. Dalam sektor transportasi, sambung dia, konektivitas transportasi publik Jakarta saat ini telah mencapai 93 persen dan terus dikembangkan agar lebih ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, serta kelompok rentan. “Moda seperti MRT dan Transjakarta terus dikembangkan agar ramah terhadap penyandang disabilitas serta lansia,” tambah Pramono.

Komitmen

Sementara itu, kota global terus diwacanakan. Semoga saja tidak tinggal wacana. Pramono Anung komitm membawa Jakarta menembus jajaran 60 besar kota global pada tahun ini. Peringkat Jakarta saat ini naik dalam indeks kota global dari 74 menjadi 71.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam acara Indonesia Summit (IS) 2026 di Gedung Tribrata Dharmawangsa, Kamis (18/6).

Menurutnya, untuk mewujudkannya, Pemprov terus memperbaiki berbagai sektor. Salah satunya transportasi umum. Layanan Transjakarta pun semakin diperluas hingga luar wilayah melalui ­Transjabodetabek.

“Kemajuan sistem transportasi Jakarta ini didorong pemanfaatan AI,” tandanya. Pemanfaatan teknologi AI mem-planning dengan konsep dan perencanaan yang matang. Itulah yang menyebabkan terjadi perubahan.

Lebih lanjut, Pramono juga menyampaikan komitmennya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan gubernur-gubernur sebelumnya. Salah satunya pembongkaran monorel di Jalan Rasuna Said. Rencananya, kawasan yang telah dirapikan tersebut akan diresmikan 21 Juni. wid/Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.