Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menag Nasaruddin Umar Ungkap Potensi Besar Pundi-Pundi Umat untuk Kesejahteraan Nasional

📅 Minggu, 16 Nov 2025, 10:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menag Nasaruddin Umar Ungkap Potensi Besar Pundi-Pundi Umat untuk Kesejahteraan Nasional Doc: Antara Foto
Ket. Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar saat diwawancarai di Kota Padang, Sumatera Barat

Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar memaparkan sejumlah potensi kantong pundi-pundi umat yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tanah air.

"Ke depan ada lembaga atau sektor yang bisa kita kembangkan terkait pundi-pundi umat, salah satunya kurban," kata Menag Nasaruddin Umar pada pembukaan Konferensi Wakaf Internasional yang diselenggarakan di Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu.

Menurut Menag, apabila kurban diorganisir dengan baik maka jumlah atau omzet yang berputar dari aktivitas itu bisa mencapai Rp34 triliun per tahun. Sayangnya, hal itu belum bisa dimaksimalkan karena hingga kini Indonesia masih bergantung pada aktivitas impor.

Contoh lainnya adalah akikah yang bersinggungan dengan rasio angka kelahiran anak laki-laki dan perempuan. Dari kalkulasi yang dilakukan Kementerian Agama bersama Badan Pusat Statistik terdapat alokasi perputaran uang sekitar Rp10 triliun dari pembelian kambing.

Kemudian fidiah di mana 10,5 persen penduduk Indonesia saat ini diperkirakan masuk kategori orang yang sudah tidak sanggup menjalankan puasa karena uzur, sakit, dan faktor lainnya.

Hitungannya, kata dia, jika satu hari fidiah harus membayar Rp50 ribu dikalikan 30 hari kemudian dikalikan total 10,5 persen penduduk yang tidak sanggup berpuasa, maka jumlah yang bisa dikelola berkisar pada angka Rp2,5 triliun setiap tahun. Angka itu belum termasuk dam atau denda yang mesti dibayarkan jamaah haji saat berada di tanah suci.

"Jika itu dibayarkan di Indonesia maka kita akan mendapatkan dana Rp660 miliar dengan estimasi harga satu ekor kambing Rp2 juta," kata Nasaruddin Umar.

Menag juga mengatakan berdasarkan penelitian sebuah perguruan tinggi, potensi zakat mal di tanah air sebesar Rp327 triliun. Namun, faktanya Baznas baru mengumpulkan atau mengelola sebesar Rp41 triliun. Sementara untuk wakaf potensinya sebesar Rp180 triliun, tetapi baru terkumpul Rp3 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Prabowo Bawa 3 Pesan Pentin...

Kondisi Gelombang Tinggi di Perairan Aceh Barat

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kondisi Gelombang Tinggi di...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.