Industri Aluminium Makin Strategis, Kapasitas Nasional Terus Menguat dan Hilirisasi Dipercepat
📅 Sabtu, 15 Nov 2025, 13:30 WIB | Oleh: Tim RedaksiKemenperin juga mendorong industri aluminium bergerak menuju pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Langkah ini sejalan dengan tren global yang menuntut produk aluminium hijau. Kami mendorong percepatan bauran energi bersih untuk menciptakan produk aluminium hijau. "Pendekatan ini sangat penting agar industri kita relevan dengan standar keberlanjutan internasional,"ujar Dodiet.
Dalam memperkuat ketersediaan bahan baku, Kemenperin tengah mempertimbangkan untuk merumuskan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) khusus untuk alumina. Kebijakan ini akan memastikan pasokan bagi industri smelter aluminium di dalam negeri terpenuhi sehingga kapasitas produksi nasional dapat dioptimalkan dan nilai tambahnya tinggal di Indonesia, tegas Dodiet. Melalui kebijakan ini, Kemenperin berharap industri hilir memperoleh pasokan yang stabil sehingga mampu meningkatkan daya saing produk akhir.
Aspek keberlanjutan juga menjadi fokus utama. Selain pengembangan aluminium primer, Kemenperin juga menekankan pentingnya memperkuat industri aluminium sekunder yang sejalan dengan agenda ekonomi sirkular.
Pemanfaatan skrap dapat menghemat energi dibandingkan produksi aluminium primer, jelas Dodiet. Kemenperin juga menilai bahwa peningkatan kapasitas daur ulang akan memperkuat ketahanan industri sekaligus mendukung target pengurangan emisi nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dodiet menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Kemenperin untuk memperkuat rantai pasok aluminium nasional dari hulu hingga hilir. Kami memastikan bahwa hilirisasi aluminium berjalan secara komprehensif, mulai dari efisiensi energi, penguatan pasokan bahan baku, hingga keberlanjutan produk. "Dengan demikian, industri aluminium Indonesia dapat berkembang secara berdaya saing, berkelanjutan, dan memberi kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional," tutupnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!