Menkop: SPBU Nelayan Perkuat Ekonomi Maritim
📅 Jumat, 14 Nov 2025, 01:05 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: ANTARA/Andri Saputra
JAKARTA - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meyakini bahwa SPBU Nelayan akan memperkuat ekonomi maritim. Hal itu ia katakan saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan SPBUN (stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan) Koperasi Unit Desa (KUD) di Lampung.
Ferry mengatakan koperasi nelayan bukan menjadi pengelola dan penggerak ekonomi di wilayah pesisir. Pembangunan SPBU Nelayan ini merupakan salah satu langkah nyata dalam memperkuat ekosistem ekonomi maritim berbasis koperasi.
Ferry menyebut kehadiran SPBU Nelayan tidak hanya menyediakan akses bahan bakar yang lebih mudah dan efisien bagi nelayan, namun juga menempatkan koperasi sebagai pelaku utama dalam rantai nilai ekonomi kelautan.
“Ini akan kita jadikan sebagai model percontohan hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga nantinya bisa mengelola SPBU Nelayan yang ada di desa-desa nelayan,” kata Ferry saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan SPBU nelayan milik KUD Bina Mina di Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Rabu (12/11).
Ia menambahkan sektor kelautan dan perikanan merupakan pilar utama ekonomi biru yang berkelanjutan dan berkeadilan. Melalui pembangunan SPBUN berbasis koperasi, pemerintah berupaya memperkuat kemandirian energi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dengan peletakan batu pertama ini, koperasi nelayan dapat semakin berdaya, menjadi penggerak utama ekonomi maritim. Serta mewujudkan pertumbuhan pesisir yang inklusif dan berkeadilan,” ucap dia.
Dia melanjutkan, tahun ini akan dibangun SPBU Nelayan di 65 titik Kampung Nelayan Merah Putih. Koperasi ini akan dikelola oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai daerah pesisir Indonesia.
Saat ini, ada 416 SPBU Nelayan dibangun dan 61 unit diantaranya dimiliki koperasi. Hal ini menunjukkan bahwa koperasi menjadi aktor strategis dalam mendukung kemandirian energi bagi sektor perikanan rakyat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Buku Pedoman
Dalam kesempatan tersebut, Menkop juga meluncurkan Buku Pedoman Kemitraan Usaha SPBU nelayan untuk Koperasi Nelayan, sebagai panduan nasional agar koperasi mampu menjalankan kemitraan yang sehat, transparan, dan berkelanjutan bersama PT Pertamina Patra Niaga dan pemerintah daerah.
Sementara itu Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengungkapkan saat ini ada enam SPBU Nelayan di Lampung.
“Maka, kita akan terus mewujudkan 131 SPBU Nelayan lainnya, serta mengurus seluruh perijinan pendiriannya,” kata Jihan.
Jihan berharap, seluruh kabupaten dan kota yang ada di Lampung bisa memiliki SPBU Nelayan. “Kita akan dorong mendirikan SPBU Nelayan melalui koperasi,” imbuh dia.
Menurut dia, wilayah Lampung merupakan gerbang maritim terbesar kedua. Sebesar 60 persen potensial sebagai sentra perikanan tangkap dan sentra budidaya udang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!