Kepulauan Banda, Surga Rempah yang Menyimpan Sejuta Kisah
📅 Jumat, 14 Nov 2025, 07:41 WIB | Oleh: Wahyu APPulau Banda Naira yang paling ramai dan sibuk ukurannya tidak terlalu besar dibandingkan Pulau Gunung Api dan Pulau Banda. Ukurannya sekitar 8 kilometer persegi, atau setara dengan kurang lebih 800 hektar.
Karena cukup kecil pulau ini bisa dijelajah berjalan kaki selama hanya memakan waktu sekitar 3 jam. Jalan-jalannya yang menghubungkan seluruh pulau cukup mulus semua sudah di aspal hotmix, menciptakan suasana yang menyenangkan.
Selama penjelajahan di pulau ini kendaraan dengan motor bensin dan listrik sudah banyak dimiliki warga di sana. Tetapi untuk kendaraan roda empat milik warga bisa dihitung dengan jari. Yang ada hanya kendaraan dinas milik pemerintah dan kepolisian.
Jika ke Kepulauan Banda jangan hanya ke Banda Naira. Di sini ada banyak pulau-pulau lain yang lebih juga tidak kalah untuk dijelajahi, seperti Pulau Banda Besar, Pulau Lonthoir, Pulau Ai, Pulau Run, Pulau Gunung Api, Pulau Hatta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pulau terakhir pernah menjadi tempat pengasingan Bung Hatta, seorang Proklamator dan pernah pernah menjadi Wakil Presiden RI. Pulau-pulau lain yang tidak berpenghuni pesonanya juga tidak kalah menarik.
Peninggalan Sejarah
Sejarah perebutan pulau, dan genosida, dan perdagangan di masa lalu tersebut membuat Banda Neira kini memiliki banyak objek wisata sejarah dan museum. Tempat-tempat ini ramai dikunjungi turis baik dalam negeri maupun mancanegara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Misalnya Benteng Belgica bangunan peninggalan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) hingga rumah tempat dibuangnya Sutan Syahrir dan Mohammad Hatta, yang kini menjadi museum. Bangunanan ini didirikan pada tahun 1611 oleh Gubernur Jenderal Pieter Bot.
Letak bentang berada di atas bukit yang berfungsi mengawasi masuk keluarnya kapal ke Banda Neira. Lalu Benteng Nassau yang awalnya dibangun Portugis di tepi pantai sebagai pertahanan, kemudian oleh Belanda pada masa JP Coen tahun 1622 diperbesar. Kedua benteng ini pun ramai dengan wisatawan yang ingin menjelajah sejarah perjuangan kemerdekaan di sana.
Tidak hanya objek wisata sejarah, tak kalah menarik adalah Istana Mini Neira yang dibangun pada 1622 silam, berada di Desa Dwiwarna. Bentuk istana ini menyerupai Istana Bogor namun dengan versi mini. Belanda membangun istana itu untuk kantor administrasi dan rumah Gubernur serta residennya. wap/hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!