Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Teliti Rafflesia di Palupuh, Sumbar untuk Pastikan Kekerabatan Bunga Langka di Malaysia

📅 Jumat, 14 Nov 2025, 07:33 WIB | Oleh:
BRIN Teliti Rafflesia di Palupuh, Sumbar untuk Pastikan Kekerabatan Bunga Langka di Malaysia Doc: antara foto
Ket. Penelitian bunga Raflesia di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumbar.

LUBUK BASUNG - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meneliti bunga rafflesia jenis Arnoldii di kawasan Cagar Alam (CA) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat memastikan filogenetik atau kekerabatan bunga langka yang ada di Malaysia.

Peneliti Ahli Muda BRIN Irvan Fadli Wanda di Lubuk Basung, Kamis (13/11) mengatakan pengambilan sampel bunga Rafflesia Arnoldii telah dilakukan pada Rabu (12/11) dan sampel yang diambil ini disebut CF Arnoldii, karena identifikasi lanjutan bakal dilakukan secara morfologi dan molekuler.

"Kenapa CF, karena kondisi forma. Rafflesia CF Arnoldii sampai sampel ini pasti namanya Arnoldii. Penelitian tersebut kolaborasi multi stakeholder berupa Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Universitas Bengkulu, BRIN dan Universitas Oxford," katanya.

Ia mengatakan setelah pengambilan spesimen di lapangan, dilanjutkan pengamatan lebih rigid lagi di Kampus BRIN di Cibinong, Jawa Barat.

Pengamatan yang dilakukan berupa morfologi secara pendekatan lebih detail menggunakan sem tem dan dilanjutkan dengan mengidentifikasi DNA nya.

"Ini bakal membantu untuk merumuskan keputusan taksonomi terkait jenisnya," katanya.

Ia menambahkan pengambilan sampel diduga Arnoldii di Batang Palupuh, karena dari rekaman publikasi sebelumnya, di Palupuh ini ada Rafflesia Arnoldii.

Rafflesia tersebut diduga Arnoldii dulu sampai dipastikan pendekatan secara morfologi dan molekuler.

Untuk pemeriksaan itu, tambahnya ada dua tim yang akan bekerja. Tim pertama bakal memeriksa morfologi secara detail melibatkan pakar morfologi atas nama Prof Agus Susatya dan Dr Ridha Mahyuni.

"Beliau yang akan melihat secara lebih rinci dengan melibatkan tim lainnya untuk melihat ornamen-ornamen rafflesia menggunakan microscope. Jika diperlukan kita akan menggunakan scanning electron microscope (SEM) untuk melihat ultra mikropisnya," katanya.

Ia menambahkan tim kedua meneliti terkait molekuler yang ia langsung menjadi penanggungjawabnya. Tim ini bakal melakukan ekstasi, Polymerase Chain Reaction (PCR) dan lainnya, sampai keluar hasilnya.

Hasilnya itu bakal disandingkan dengan data base yang ada, sehingga akan terlihat DNA sampel yang diambil mirip apa.

"Nanti akan kita sandingkan morfologinya, apakah selaras atau tidak. Sampai selesai jenis rafflesia di Cagar Alam Batang Palupuh ini apa dan waktu penelitian yang dibutuhkan sangat tentatif," katanya.

Sementara Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Ade Putra menambahkan penelitian yang dilakukan BRIN ini merupakan upaya yang baik untuk konservasi rafflesia khususnya sebagai tumbuhan yang dilindungi di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Ekonomi India Diproyeksi La...

Dubes AS untuk Yunani Mundur kaena Pelanggaran Etika

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Dubes AS untuk Yunani Mundu...

Mentan Jepang Mengundurkan Diri

32 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Mentan Jepang Mengundurkan ...
Luar Negeri
Kapal Induk Tiongkok akan G...
Nasional
BMKG Sebut Penyebab Panas T...
Megapolitan
Ternyata Perut Bumi Jakarta...
Megapolitan
Pemkot dan Pemkab Bogor Kol...
Megapolitan
Warga Jakarta Berpeluang Be...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.