Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anggota DPR Soroti Lambannya Progres, Eksekusi Transisi Energi Harus Dipacu

📅 Jumat, 14 Nov 2025, 20:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Anggota DPR Soroti Lambannya Progres, Eksekusi Transisi Energi Harus Dipacu Doc: ANTARA/ HO-Suryanesia
Ket. Ilustrasi - PLTS atap.

JAKARTA – Mengakselerasi transisi energi nasional menjadi krusial untuk menjaga ketahanan energi jangka panjang sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang semakin mahal dan tidak berkelanjutan.

Kebutuhan energi yang terus meningkat menuntut percepatan pengembangan energi terbarukan, efisiensi energi, dan modernisasi infrastruktur kelistrikan.

Tanpa percepatan, Indonesia berisiko menghadapi defisit pasokan, volatilitas harga, serta tekanan emisi karbon yang dapat menghambat daya saing ekonomi.

Dengan transisi energi yang lebih cepat dan terencana, Indonesia dapat menarik investasi hijau, menciptakan lapangan kerja baru, serta membangun fondasi industri masa depan yang lebih bersih, stabil, dan berdaya saing global.

Anggota Komisi XII DPR RI Rusli Habibie mendorong pemerintah, khususnya Kementerian ESDM dan PLN, untuk mempercepat langkah nyata dalam pelaksanaan agenda transisi energi nasional.

Ia menegaskan arah kebijakan sudah tegas tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, tetapi kecepatan eksekusi di lapangan masih jauh dari harapan dan harus ditingkatkan secara signifikan.

“Kalau kita ingin transisi energi berjalan cepat, eksekusinya harus lebih agresif," kata Rusli di Jakarta, Jumat (14/11).

Dia mengingatkan, sesuai data pemerintah bahwa hingga hari ini sekitar 66 persen pasokan listrik nasional masih ditopang oleh PLTU batu bara sebagai pembangkit baseload.

Kondisi itu, kata dia, menunjukkan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil masih sangat tinggi, sementara tuntutan global dan komitmen nasional mengharuskan percepatan energi bersih.

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) yang sangat besar dan dapat menjadi alternatif baseload di masa depan. Ia mencontohkan potensi panas bumi dan energi angin di Provinsi Gorontalo yang sejauh ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Dia menegaskan bahwa panas bumi, dengan sifatnya yang dapat beroperasi stabil 24 jam, adalah salah satu calon kuat pengganti batu bara. Namun, ia menyoroti perlunya solusi terhadap harga keekonomian panas bumi agar lebih kompetitif dan menarik bagi investor.

“Panas bumi bisa menjadi tulang punggung pembangkit baseload yang bersih. Tapi kita harus menemukan formula keekonomian yang tepat supaya proyeknya feasible dan tidak membebani masyarakat,” kata dia.

Selain itu, dia menilai bahwa potensi EBT tidak hanya berada di Gorontalo, tetapi juga tersebar di berbagai daerah lain di Indonesia seperti Pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatera. Semua potensi tersebut, kata dia, harus diintegrasikan dan diakselerasi untuk mengejar target bauran energi dalam RUPTL, khususnya periode 2029–2034.

Dia pun meminta Kementerian ESDM dan PLN melakukan pemetaan ulang secara lebih progresif terhadap proyek-proyek EBT, mempercepat perizinan, studi kelayakan, hingga percepatan konstruksi, agar target transisi energi tidak sekadar menjadi rencana di atas kertas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.