Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenkomdigi: Pemerintah Berkomitmen Wujudkan Kedaulatan Digital Nasional

📅 Selasa, 11 Nov 2025, 17:05 WIB | Oleh:
Wamenkomdigi: Pemerintah Berkomitmen Wujudkan Kedaulatan Digital Nasional Doc: Humas Kemkomdigi
Ket. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria

JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, perjuangan mempertahankan kedaulatan bangsa, telah bergeser ke ruang digital. Hal tersebut lantaran teknologi digital saat ini terus mengalami perkembangan yang pesat.

Bahkan dalam pemanfaatannya itu, telah merambah pada seluruh sektor kehidupan masyarakat. Sehingga menurutnya, kemandirian teknologi menjadi hal yang terpenting dalam sikap nasionalisme mempertahankan kedaulatan bangsa.

"Cita-cita untuk berdaulat secara teknologi adalah salah satu tindakan nasionalisme. Bahkan, untuk mencapai kemandirian digital, pembangunan ekosistem digital menjadi penting," kata Nezar dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (11/11).

Untuk itu, pemerintah berkomitmen mewujudkan kedaulatan digital nasional. Hal ini terlihat dari tersedianya fasilitas infrastruktur digital yang hampir merata di seluruh daerah Indonesia.

Infrastruktur tersebut, kata Nezar, dibangun berlandaskan kolaborasi antara pemerintah dan swasta. Sehingga melalui infrastruktur tersebut, ia meyakini, dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat dalam berbagai bidang.

"Infrastruktur yang telah terbangun ini harus bisa menghadirkan konektivitas yang bermakna (meaningful connectivity), berdampak. Sekaligus memberikan impact kepada kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat," ujar dia.

Sementara itu, terkait dengan konektivitas internet, setidaknya terdapat 2.333 desa yang belum dapat menikmati akses jaringan internet. Bahkan Menteri Komdigi (Menkomdigi), Meutya Hafid mengatakan, mayoritas desa tersebut belum menikmati kualitas jaringan internet 4G.

"Ada 2.333 desa di Indonesia yang belum memiliki koneksi internet, 2.017 desa tanpa layanan atau belum mendapat layanan 4G. Ada 316 desa yang mayoritas berupa ladang non pemukiman yang juga perlu kita bangun konektivitasnya," kata Meutya. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.