BMKG Dapat Suntikan Dana 2026, tapi Banyak Proyek Penting Masih Tertunda
📅 Selasa, 11 Nov 2025, 17:24 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Karel A Polakitan
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp2,67 triliun untuk tahun 2026, meningkat dari tahun sebelumnya.
Meski begitu, sejumlah program modernisasi peralatan belum dapat berjalan optimal lantaran BMKG masih menghadapi backlog anggaran besar dan sebagian dana yang belum dibuka akses penggunaannya.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam rapat dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa, menjelaskan bahwa tambahan alokasi tersebut diarahkan untuk memperkuat layanan publik, pemeliharaan sistem operasional utama, serta pengembangan edukasi masyarakat di bidang cuaca dan iklim.
“Fokus kami adalah memastikan semua stasiun meteorologi, klimatologi, dan geofisika beroperasi optimal untuk memberikan layanan cepat, akurat, dan presisi,” kata dia.
Ia menambahkan, dari total anggaran tersebut, sekitar Rp62 miliar bersumber dari APBN yang masih diblokir dan menunggu persetujuan Kementerian Keuangan sebelum dapat digunakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
BMKG juga menghadapi backlog anggaran sekitar Rp880 miliar akibat keterbatasan pagu dibandingkan kebutuhan ideal untuk modernisasi peralatan dan sistem pemantauan nasional.
Menurut Fathani, keterbatasan anggaran tersebut membuat beberapa kegiatan prioritas, seperti peremajaan alat observasi dan radar cuaca, belum dapat direalisasikan sepenuhnya.
Meski begitu, ia memastikan bahwa BMKG akan tetap memaksimalkan dana yang tersedia agar seluruh layanan publik tetap berjalan tanpa hambatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami akan memanfaatkan dana yang ada secara efisien untuk memperluas jangkauan layanan hingga ke wilayah terpencil dan kepulauan,” ujarnya.
Ia menilai investasi pada data, teknologi, dan infrastruktur cuaca akan memberikan manfaat langsung bagi keselamatan masyarakat, terutama di sektor transportasi, pertanian, dan perikanan.
"Informasi cuaca yang akurat bukan hanya mendukung keselamatan penerbangan dan pelayaran, tetapi juga berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” kata Fathani menegaskan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!