Presiden Prabowo Bakal ke Australia, Bahas Dagang dan Lithium untuk Mobil Listrik
📅 Senin, 10 Nov 2025, 19:15 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohPeninjauan ulang CEPA bertujuan memastikan perjanjian tersebut tetap relevan dan memberi manfaat bagi kedua pihak. Pemerintah juga berharap hasil evaluasi dapat membuka ruang untuk menambah sektor-sektor strategis baru, termasuk kerja sama mineral penting seperti lithium.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya mengungkapkan bahwa pembicaraan untuk memasukkan kerja sama mineral kritis ke dalam kerangka CEPA sedang berlangsung. Langkah ini disebut bisa menjadi jalan bagi impor lithium dari Australia secara lebih terintegrasi.
Menurut laporan US Geological Survey 2025, Australia memproduksi sekitar 88 ribu metrik ton lithium sepanjang tahun lalu. Negeri tersebut juga memiliki cadangan lithium terbesar di dunia, yakni mencapai 7 juta metrik ton, menjadikannya mitra potensial bagi ambisi industri kendaraan listrik Indonesia.
Dengan latar belakang itu, kunjungan Prabowo ke Australia bukan sekadar kunjungan diplomatik biasa. Pertemuan ini berpotensi menjadi momentum baru dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di rantai pasok global kendaraan listrik dan energi hijau.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!