Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengolah Limbah Jelantah Menjadi Biocleaner Ramah Lingkungan

📅 Senin, 10 Nov 2025, 23:35 WIB | Oleh:
Mengolah Limbah Jelantah Menjadi Biocleaner Ramah Lingkungan Doc: Antara
Ket. Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI), Sekolah Vokasi (SV) Undip Sigit Pramana.

Semarang - Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI), Sekolah Vokasi (SV) Undip Sigit Pramana meraih juara dua dalam "Essay Kopsi Competition 2025" dengan inovasinya mengolah limbah minyak jelantah dengan ekstrak daun kemangi.

"Saya mengusung inovasi pemanfaatan minyak jelantah yang dikombinasikan dengan ekstrak daun kemangi menggunakan metode Microwave-Assisted Extraction (MAE) untuk menghasilkan biocleaner ramah lingkungan," katanya di Semarang, Senin.

Kompetisi yang digelar KOPSI FEB Universitas Airlangga Surabaya pada awal November 2025 itu mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk beradu gagasan dan inovasi.

Ia menjelaskan bahwa minyak jelantah masih memiliki potensi sebagai bahan baku pembersih, sedangkan daun kemangi mengandung senyawa bioaktif seperti fenolik dan flavonoid yang memiliki sifat antibakteri.

"Daun kemangi bukan sekadar bumbu dapur, tetapi sumber senyawa bioaktif. Melalui metode MAE, senyawa tersebut dapat diekstraksi lebih cepat dan tetap terjaga kualitasnya," katanya.

Inovasi tersebut tidak hanya menjadi solusi terhadap pencemaran minyak jelantah, tetapi juga menghadirkan pembersih yang aman dan berkelanjutan.

Metode Microwave-Assisted Extraction (MAE) adalah teknik ekstraksi modern yang memanfaatkan gelombang mikro untuk memanaskan pelarut dan sampel secara cepat dan merata.

Proses tersebut membuat dinding sel tanaman lebih mudah pecah sehingga senyawa bioaktif seperti fenolik dan flavonoid dalam daun kemangi dapat diekstraksi lebih efisien dan cepat dibanding metode konvensional.

Sementara itu, Dr Mohamad Endy Julianto selaku pembimbing sekaligus Kepala Prodi TRKI SV Undip menilai penelitian tersebut sebagai bentuk penerapan sains terapan yang bermanfaat dan relevan.

"Penelitian ini menarik karena mampu mengubah limbah menjadi produk bermanfaat melalui metode yang efisien seperti MAE. Ini contoh penerapan ilmu pengetahuan yang langsung menjawab kebutuhan lingkungan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.