BPJS Kesehatan Gandeng Kejaksaan Tinggi Kalteng Tuntaskan Tunggakan Iuran JKN
📅 Senin, 10 Nov 2025, 18:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah (Kejati Kalteng) berkolaborasi dalam penanganan dan penagihan tunggakan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Direksi Wilayah VIII BPJS Kesehatan, Anurman Huda di Palangka Raya, Senin mengapresiasi Kejati Kalteng dalam mendukung dan mendampingi BPJS Kesehatan, khususnya dalam penegakan kepatuhan badan usaha.
Dia mengemukakan hal itu pada Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan sebagai langkah memperkuat kolaborasi lintas lembaga dalam memastikan keberlanjutan Program JKN. Acara ini dilaksanakan Kedeputian Wilayah VIII BPJS Kesehatan.
"Kolaborasi dengan aparat penegak hukum merupakan kunci penting menjaga kesinambungan pembiayaan Program JKN," katanya.
Menurut dia, Kejaksaan Tinggi Kalteng selalu hadir membantu pengawasan dan penegakan kepatuhan program JKN.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini adalah bentuk gotong royong lintas sektor untuk memastikan Program JKN terus berlanjut dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Anurman.
Lebih lanjut, Anurman mengungkapkan kepesertaan JKN di Kalimantan Tengah telah mencapai 99,38 persen dari total penduduk.
Namun demikian, tingkat keaktifan peserta masih berada di angka 81 persen, sehingga terdapat sekitar 500 ribu peserta dengan status tidak aktif.
“Sebagian besar peserta tidak aktif karena sudah tidak bekerja di badan usaha dan belum terdaftar di segmen lain seperti mandiri atau PBI. Kami berharap dukungan semua pihak agar mereka kembali aktif dan terlindungi jaminan kesehatannya,” jelas Anurman.
Besaran iuran peserta JKN di Kalimantan Tengah, menurut Anurman, sebanding dengan biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan pihaknya.
Hal tersebut menunjukkan bahwa prinsip gotong royong yang diusung telah berjalin dengan baik.
Hingga September 2024, BPJS Kesehatan mencatat total penghimpunan iuran di Kalimantan Tengah mencapai hampir Rp2 triliun, yang sebagian besar langsung dialokasikan untuk pelayanan kesehatan peserta.
"Jumlah tersebut sebanding dengan biaya pelayanan kesehatan yang kami bayarkan. Ini menunjukkan prinsip gotong royong dalam JKN berjalan dengan baik,” tambah Nurman.
Kepala Kejaksaan Tinggi Kalteng, Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol menegaskan bahwa forum koordinasi ini harus menghasilkan langkah nyata, bukan sekadar seremonial.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!