Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tradisi dan Inovasi Jadi Kunci Swasembada Garam di Tanah Rencong

📅 Minggu, 09 Nov 2025, 16:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tradisi dan Inovasi Jadi Kunci Swasembada Garam di Tanah Rencong Doc: Antara
Ket. Petani Garam di sentra garam Gampong Lam Ujong memperlihatkan garam yang diproduksi, Minggu (9/11).

Banda Aceh- Di tengah hawa panas yang membakar kulit, Azhar Idris memasukkan kayu bakar satu persatu ke dalam tungku yang terbuat dari semen. Di atasnya terdapat dua kuali besar berisi air yang sebelumnya ditampung dalam bedeng sebagai bahan baku utama pembuatan garam.

Dengan telaten lelaki berusia 60 tahun asal Gampong Lam Ujong, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar itu, kemudian memisahkan busa yang muncul di atas air mendidih. Pemisahan tersebut untuk memastikan garam yang diproduksi putih bersih.

Panasnya api dari tungku dan uap panas air garam, telah menjadi teman sejati bagi lelaki yang telah melakoni usaha garam sejak berumur 30 tahun itu.

Bagi ayah tiga orang anak itu, butiran kristal putih garam menjadi penyambung hidup keluarganya. Lewat garam ia juga bisa memberikan pendidikan untuk si buah hatinya hingga universitas.

"Usaha pembuatan garam ini sebenarnya sudah turun temurun. Orang tua saya petani garam juga, cuma beda cara produksi. Dulu orang tua saya mengeruk tanah dan sekarang metode yang saya terapkan lebih moderen dan mudah," katanya.

Ayah dari Zulkiram itu memiliki tempat usaha memasak garam atau dalam bahasa Aceh "jamboe sira" berukuran 6x8 meter. Di sana terdapat dua kuali besar persegi dengan kapasitas sekali masak mampu menghasilkan 30 kilogram garam curah per kuali.

Ia mengaku sehari rata-rata mampu memproduksi 100 kilogram garam curah. Adapun waktu yang dibutuhkan untuk merebus air menjadi garam selama empat jam.

Garam rebus adalah garam yang dihasilkan dengan metode merebus air laut atau larutan garam sekitar empat jam hingga menguap dan menghasilkan kristal garam. Metode yang diterapkan tersebut berbeda dengan garam tradisional yang dijemur di bawah sinar matahari.

"Masyarakat lebih suka garam yang diproduksi secara direbus. Garam yang direbus enak dan menghasilkan garam yang teksturnya lebih halus dan rasanya lebih kuat," kata Azhar yang menyebut pemasaran garamnya tidak hanya di Aceh Besar, tapi juga ke kabupaten/kota lainnya termasuk hingga ke Aceh Singkil.

Untuk mendukung produksi garam rebus di sentra produksi di Gampong Lam Ujong. Azhar memiliki 12 bedeng tempat jemur air yang terbuat dari terpal hitam dan didukung bedeng penampungan seluas 20x4 meter.

Air dalam bedeng jemur tersebut bersumber dari air sumur bor yang menjadi bahan dasar garam dengan kadar keasinan 2 sampai 3 persen. Air tersebut dijemur selama seminggu hingga kadar berada pada angka 9 sampai 10 persen dan selanjutnya dimasukkan ke dalam bedeng penampungan.

Ia menuturkan untuk mengukur kadar garam tersebut dilakukan dengan menggunakan alat hidrometer. Alat tersebut tentu sangat membantu kapan bahan baku itu siap dipakai untuk memproduksi garam.

Suami dari Nurbayani mengaku sumur bor yang digali khusus untuk pembuatan garam merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas dan kebersihan produk yang dihasilkan.

Ia juga menyiapkan bedeng penampungan terbuat dari terpal hitam beratap agar air yang telah memiliki kadar 9 sampai 10 tidak terkena air hujan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.