OpenAI Digugat atas Klaim ChatGPT Mendorong Orang Bunuh Diri
📅 Minggu, 09 Nov 2025, 18:05 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: NHK
TOKYO - OpenAI dan CEO-nya Sam Altman dituntut atas klaim bahwa ChatGPT telah menyebabkan empat orang di Amerika Serikat bunuh diri.
Gugatan diajukan pada Kamis (6/11) di pengadilan Negara Bagian California atas nama keluarga yang berduka. Keempat orang tersebut berusia antara 17 hingga 48 tahun.
Penggugat mengklaim ChatGPT yang dikembangkan oleh OpenAI menumbuhkan ketergantungan psikologis dan menyebabkan delusi berbahaya bagi penggunanya.
Mereka juga mengklaim bahwa OpenAI sengaja memadatkan pengujian keamanan selama berbulan-bulan menjadi satu pekan agar dapat merilis program tersebut sebelum produk pesaing.
OpenAI menanggapinya dengan mengatakan, "Ini adalah situasi yang sangat memilukan, dan kami sedang meninjau gugatan tersebut untuk memahami detailnya."
Sebaiknya Anda baca juga:
Perusahaan tersebut berjanji untuk terus memperkuat respons ChatGPT di masa sensitif dan bekerja sama erat dengan dokter kesehatan mental.
Makin banyak pengguna AI di AS yang mengalami ketergantungan psikologis terhadap program-program tersebut. Masalah ini khususnya umum di kalangan anak muda.
Pada Agustus, orang tua seorang remaja yang bunuh diri menggugat OpenAI dan Altman dengan mengklaim bahwa penggunaan ChatGPT sebagai penyebab kematiannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
OpenAI telah memperkenalkan tindakan pencegahan sebagai responsnya, termasuk fungsi kontrol orang tua yang diluncurkan pada September. NHK/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!