Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Mengisyaratkan akan Membebaskan Sanksi Energi pada Hongaria yang Membeli Minyak Russia

📅 Sabtu, 08 Nov 2025, 05:14 WIB | Oleh:
Trump Mengisyaratkan akan Membebaskan Sanksi Energi pada Hongaria yang Membeli Minyak Russia Doc: Istimewa
Ket. Trump juga memuji sikap garis keras Viktor Orbán terkait imigrasi selama pertemuan puncak di Gedung Putih

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (7/11) mengisyaratkan bahwa ia dapat mengecualikan Hungaria dari sanksi impor minyak dari Russia saat ia memuji sikap garis keras Perdana Menteri Hongaria Viktor Orbán terkait imigrasi selama pertemuan puncak di Gedung Putih yang nyaman.

Dari The Guardian, Trump juga meminta para pemimpin Eropa untuk menunjukkan lebih banyak rasa hormat kepada Orbán, yang telah berulang kali berselisih dengan para kepala pemerintahan Uni Eropa lainnya mengenai masalah migrasi, demokrasi, dan supremasi hukum.

"Saya pikir mereka harus menghormati Hongaria dan menghormati pemimpin ini dengan sangat, sangat kuat karena dia benar dalam hal imigrasi," kata Trump saat duduk di sebelah Orbán di Gedung Putih pada hari Jumat.

Orbán mengatakan ia ingin menghidupkan kembali rencana pertemuan puncak antara Trump dan Vladimir Putin dari Rusia yang ia klaim dapat mengakhiri perang di Ukraina. Para pencelanya di Uni Eropa meyakini Orbán terlalu dekat dengan Putin dan menyebutnya sebagai "kuda Troya" Kremlin di blok tersebut.

Pertemuan tersebut dipandang sebagai ujian akhir bagi sanksi energi baru Gedung Putih terhadap perusahaan minyak terbesar Rusia, Rosneft dan Lukoil, yang keduanya terus mengekspor produk energi ke Hongaria dan Slovakia. Hongaria menyatakan keinginannya untuk dibebaskan dari sanksi tersebut karena mengklaim tidak memiliki sumber minyak lain yang layak.

Ketika ditanya apakah ia bisa mengecualikan Hongaria dari sanksi sekunder, Trump berkata: “Kami sedang mempertimbangkannya karena sangat sulit baginya untuk mendapatkan minyak dan gas dari daerah lain.

"Negara ini besar, tapi mereka tidak punya laut," katanya. "Mereka tidak punya pelabuhan. Jadi, mereka punya masalah yang sulit."

Negara-negara lain di Eropa "tidak memiliki masalah itu, dan mereka membeli banyak minyak dan gas dari Rusia. Dan seperti yang mereka tahu, saya sangat terganggu dengan hal itu."

Orbán dilaporkan akan menawarkan janji kepada Trump untuk membeli gas alam cair dan bahan bakar nuklir AS sebagai insentif untuk membebaskan Hungaria dari sanksi sekunder, Bloomberg melaporkan.

Keakraban kaum konservatif terlihat jelas saat Trump menyambut Orbán dengan hangat di Gedung Putih, di mana ia menyebut perdana menteri Hungaria tersebut sebagai “pemimpin hebat” sebelum mengantarnya ke pertemuan puncak yang dijadwalkan mencakup makan siang bilateral.

Orbán mengupayakan kunjungan Trump ke Budapest untuk meningkatkan peluangnya saat ia menghadapi persaingan ketat dalam pemilu mendatang, kata sumber di Hungaria kepada Guardian.

Dalam sambutan pembukaannya, Orbán memuji Trump dan mengecam pemerintahan Biden sebelumnya sebagai “curang”.

"Alasan kami di sini untuk membuka babak baru hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Hongaria pada dasarnya karena selama pemerintahan Demokrat semuanya telah diatur," ujarnya, merujuk pada klaim tak berdasar Trump bahwa pemilu 2020 telah dicuri darinya.

"Kalian telah memperbaiki hubungan bilateral," ujarnya. "Kalian memperbaiki apa yang telah dilakukan dengan buruk oleh pemerintahan sebelumnya, jadi sekarang kita berada di posisi yang cukup baik untuk membuka babak baru. Katakanlah, masa keemasan antara Amerika Serikat dan Hongaria."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

35 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.