Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rumah Tuo Rantau Panjang, Saksi Peradaban Suku Batin di Jambi

📅 Sabtu, 08 Nov 2025, 14:21 WIB | Oleh:

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Tabir Mukhtar YS mengatakan Poyang Depati yang membawa 19 kepala keluarga mendirikan bangunan Rumah Tuo pada 1330 masehi.

Sementara itu Tokoh Masyarakat Batin Iskandar hingga saat ini Poyang Depati sudah memiliki keturunan generasi yang ke 14. Pada masa generasi ke tujuh masyarakat dengan kepercayaan animisme kemudian memeluk agama Islam yang masuk pada 1653 masehi ke Rantau Panjang.

Rumah Tuo kemudian dijadikan tempat penyelenggaraan upacara adat. Salah satu upacara yang masih diselenggarakan sampai saat ini adalah upacara penutupan Bulan Ramadan yang rutin diselenggarakan pada hari ketujuh bulan Syawal. Upacara tersebut juga dimeriahkan tari-tarian, berpantun, dan pencak silat.

Arstitektur Bangunan

Rumah Tuo yang merupakan cagar budaya ini, memiliki ruang serambi atau sering disebut ruang masinding merupakan tempat menerima dan mendudukkan tamu.

Pembatas ruangan dengan ruang lain bukanlah dinding seperti pada umumnya, tetapi kayu balok atau disebut juga bendul jati yang berjumlah empat buah dan memiliki tinggi sekitar 10 centimeter.

Ruang itu memiliki ukuran 8,63 meter kali 1,8 meter, berfungsi tempat duduk tamu biasa saat musyawarah adat digelar.

Pada hari biasa ruang ini digunakan untuk tamu pria yang bukan saudara pemilik rumah, apabila melanggar aturan akan diberi sangsi adat.

Ruang tengah terdapat pada tengah bangunan utama yang terletak bersebelah dengan masinding. Ruang itu berfungsi sebagai tempat para gadis dan perempuan pemilik rumah saat musyawarah adat.

Kemudian juga digunakan sebagai tempat duduk dari para tuo tengganai untuk membuat rencana yang akan diajukan kepada tetua adat yang duduk di ruang Balai Melintang.

Ruang Balai Melintang merupakan ruang utama pada Rumah Tuo yang terletak di ujung sebelah kanan bangunan rumah induk dengan menghadap ke ruang tengah dan ruang masinding.

Ruang itu tidak memiliki sekat dinding dan lantai lebih tinggi daripada ruang yang lain. Balai Melintang atau bagian depan dibatasi kayu yang disebut bendul.

Kayu bendul memanjang menembus dinding rumah dan tampak dari depan, terdapat ukiran bermotif hias yang berfungsi untuk tempat duduk pemuka adat atau tokoh masyarakat terhormat (alim ulama, ninik mamak, cerdik pandai) pada acara musyawarah dan upacara adat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.