Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rumah Tuo Rantau Panjang, Saksi Peradaban Suku Batin di Jambi

📅 Sabtu, 08 Nov 2025, 14:21 WIB | Oleh:
Rumah Tuo Rantau Panjang, Saksi Peradaban Suku Batin di Jambi Doc: ANTARA
Ket. Bangunan Rumah Tuo Rantau Panjang di Merangin, Jambi, masih terjaga kelestariannya, Rabu (2/4/2025)

JAMBI - Rumah Tuo Rantau Panjang merupakan bangunan tradisional berupa rumah panggung yang menjadi saksi perkembangan peradaban Suku Batin dari animisme hingga Islam.

Bangunan bersejarah yang berada di Dusun Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai tempat untuk berbagai kegiatan sosial, upacara adat, dan pertunjukan budaya.

Hal itu menjadi daya tarik sehingga pengunjung baik dari dalam maupun luar daerah, bahkan tak jarang juga wisatawan luar negeri, masih berdatangan ke Rumah Tuo Rantau Panjang hingga saat ini.

Rumah Tuo Rantau Panjang biasanya ramai dengan wisatawan di kala musim libur, yang kebanyakan dari perguruan tinggi dan sekolahan. Wisatawan paling banyak dari luar Merangin yaitu dari pulau Jawa, sedangkan wisatawan luar negeri berasal dari Brunei Darussalam dan Malaysia.

Rumah Tuo hingga kini masih dirawat secara khusus dengan memberikan sapuan getah pohon ipuh, mengoleskan rempah seperti tembakau dan cengkeh kepada bangunan agar tetap berdiri kokoh.

Perjalanan ke Rumah Tuo Rantau Panjang dari Kota Jambi harus menempuh waktu selama enam jam sembilan menit menggunakan kendaraan bermotor dengan jarak sejauh 278 kilometer.

Akses menuju Rumah Tuo Rantau Panjang, bisa juga langsung dari Bandara Bungo lewat jalan lintas Sumatera menggunakan sepeda motor yang membutuhkan waktu tempuh sekitar satu jam 19 menit dengan jarak 58,3 kilometer

Rumah Tuo terletak di tengah pemukiman perkampungan masyarakat suku batin, yang merupakan salah satu suku di Provinsi Jambi yang berasal dari Kabupaten Kerinci. Kebudayaan mereka campuran antara Melayu Jambi dan Minangkabau.

Pamong Budaya Ahli Muda Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V, Novie Hari Putranto, mengatakan benda maupun non benda terkait kebudayaan yang ada di sana masih lestari.

Pemukim Rantau Panjang berasal dari dusun yang bernama Koto Rayo yang berjarak kurang lebih 20 kilometer.

Dusun Koto Rayo dulu merupakan dusun yang cukup aman dan makmur, dipimpin oleh Poyang Depati yang dibantu oleh putrinya yang bernama Puteri Pinang Masak.

Alkisah, untuk menghindari serangan dari Raja Tun Telanai yang menginginkan Putri Pinang Masak, penduduk dusun tersebut berinisiatif untuk menghilangkan dusun mereka. Istilah menghilangkan bagi masyarakat setempat adalah disebut "limun", sebelumnya penduduk diperintahkan untuk pindah berpencar ke wilayah lain.

Jumlah kepala keluarga yang dipindahkan ada 60 KK, terbagi dalam Marga Batin Lima, yaitu Poyang Depati membawa 19 KK, Rio Seling membawa 14 KK dan Rio Pembarep membawa 13 KK.

Kemudian Rio Pulau Ara membawa sembilan kepala keluarga, Rio Pemuncak membawa lima kepala keluarga.

Poyang Depati, inilah yang membawa 19 kepala keluarga pergi ke wilayah Rantau Panjang, sesampai di sana mereka mendirikan pemukiman baru yang lokasinya terletak di Ujung Tanjung di pinggir aliran Sungai Semayo. Lokasi tersebut sekarang ini bernama Dusun Kampung Baruh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Danantara Borong Saham Burs...
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.