Renovasi Museum Louvre yang Diusulkan Macron Dinilai Boros dan Berisiko
📅 Kamis, 06 Nov 2025, 20:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Politico
JAKARTA - Presiden Prancis Emmanuel Macron berencana melakukan perombakan besar terhadap Museum Louvre yang dianggap membutuhkan pembaruan modern. Namun sebuah laporan resmi menyebut rencana ambisius ini bisa memicu risiko keuangan besar bagi negara.
Rencana tersebut mencakup revitalisasi area utama Louvre serta perluasan akses publik yang lebih nyaman. Pemerintah ingin menjadikan museum paling terkenal di dunia itu lebih efisien dan siap menghadapi lonjakan wisatawan.
"Proyek renovasi ini diperlukan untuk menjaga Louvre tetap relevan bagi generasi masa depan," ujar pemerintah Prancis dalam penjelasan awal proyek.
Namun laporan dari auditor publik Prancis memperingatkan bahwa visi besar tersebut belum memiliki perhitungan anggaran yang jelas. Mereka menilai biaya proyek dapat membengkak hingga angka yang mengkhawatirkan bagi keuangan negara.
"Rencana ini menimbulkan risiko finansial signifikan dan perlu dikaji lebih hati-hati," tulis laporan auditor tersebut seperti dikutip Politico.
Sebaiknya Anda baca juga:
Macron dikenal sebagai sosok yang mendorong banyak proyek transformasi di sektor budaya Prancis. Louvre yang menjadi kebanggaan nasional dianggap sangat penting untuk dirawat namun membutuhkan dana besar.
Pengunjung Louvre mencapai lebih dari delapan juta orang per tahun dan terus meningkat. Kondisi ini menuntut fasilitas yang lebih modern dan sistem manajemen yang lebih baik agar museum tidak kewalahan.
Pihak Louvre telah mengusulkan perubahan penting seperti pembaruan ruang pamer dan peningkatan sistem keamanan. Namun proposal detailnya belum dipublikasikan secara penuh kepada publik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami ingin memastikan bahwa proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat terbaik bagi pengunjung," kata manajemen Louvre.
Auditor mengatakan pemerintah belum menyusun rencana pendanaan jangka panjang yang transparan. Ketiadaan perincian membuat banyak pihak ragu apakah proyek ini layak secara finansial.
Prancis juga tengah menghadapi ketegangan ekonomi domestik yang menuntut penghematan anggaran. Karena itu berbagai pihak mempertanyakan urgensi proyek besar di tengah tekanan fiskal.
"Macron harus memastikan investasi ini tidak membebani perekonomian negara dan rakyat," komentar seorang ekonom lokal dalam wawancaranya dengan media Prancis.
Proyek tersebut diperkirakan melibatkan renovasi struktural besar yang memakan waktu bertahun-tahun. Risiko keterlambatan dan pembengkakan biaya juga menjadi kekhawatiran dalam laporan tersebut.
Selain itu beberapa pengamat seni menilai bahwa terlalu banyak renovasi dapat mengganggu karakter asli bangunan bersejarah. Mereka mendesak agar proses perencanaan melibatkan lebih banyak pakar warisan budaya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!