Bogor Kumpulkan Satgas Gabungan Siaga Bencana
📅 Kamis, 06 Nov 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/M Fikri Setiawan
BOGOR – Sekarang ini tiap daerah mempersiapkan diri menghadapi bencana alam, tak terkecuali Kabupaten Bogor. Pemkab Bogor mengumpulkan sebanyak 3.000 personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan. Mereka disiagakan untuk menghadapi potensi bencana Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Apel gelar pasukan siaga tanggap bencana itu digelar di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Rabu. “Kegiatan ini merupakan perintah langsung Bapak Kapolri untuk mengecek kesiapan personel TNI-Polri, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana,” kata Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto didampingi Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Wikha menuturkan, kegiatan apel juga diisi dengan pemberian rompi khusus kepada relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebagai simbol koordinasi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam upaya tanggap darurat. “Rompi ini menjadi tanda agar koordinasi para relawan di lapangan lebih mudah,” ujarnya.
Menurut Kapolres, kesiapsiagaan menjadi langkah penting di tengah kondisi cuaca yang sedang tidak menentu dan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi. Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan masyarakat harus sigap menghadapi situasi darurat yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Kita tahu saat ini cuaca kurang bersahabat. Pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan masyarakat harus siap agar penanganan bencana bisa cepat, tepat, dan menyelamatkan masyarakat terdampak,” ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wikha menjelaskan, potensi bencana di Kabupaten Bogor tersebar hampir di seluruh kecamatan. Ini mulai dari wilayah selatan yang rawan longsor hingga kawasan perkotaan yang kerap dilanda banjir. Maka, dia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi bencana.
“Kita hadirkan seluruh unsur Forkopimcam agar bisa saling bersinergi dan berkoordinasi dalam penanganan bencana di wilayah masing-masing,” ujarnya. Wikha menambahkan, personel yang disiagakan tersebar di 40 kecamatan dengan total penduduk lebih dari lima juta jiwa. Setiap polres dan polsek juga telah memiliki posko khusus tanggap bencana yang terhubung dengan call center 110 serta layanan darurat pemerintah daerah.
“Dengan sistem ini, setiap laporan masyarakat bisa langsung ditangani dengan cepat oleh semua pihak terkait,” ujar Kapolres. Menurut AKBP Wikha, usai apel, Bupati dan jajaran Forkopimda meninjau kawasan Megamendung. Tim melihat praktik baik pengelolaan hutan organik yang dinilai berperan mencegah banjir dan erosi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ada satu contoh menarik di Megamendung, hutan organik yang viral dan menunjukkan pentingnya menjaga hutan untuk mencegah bencana,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!