Angka IPM Jakarta Tertinggi secara Nasional
📅 Kamis, 06 Nov 2025, 01:05 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.
JAKARTA - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jakarta tahun ini mencapai 85,05 persen. Angka ini adalah pencapaian tertinggi di Indonesia. “IPM masuk dalam kategori sangat tinggi, bahkan tertinggi secara nasional,” kata Kepala BPS Jakarta Nurul Hasanudin, Rabu.
IPM Jakarta tumbuh 1,07 persen dibandingkan tahun lalu (84,15). Capaian tersebut didukung tiga indikator. Ketiganya adalah umur harapan hidup yang mencapai 76,27 tahun atau lebih tinggi dari nasional, 74,47. Kemudian, indikator rata-rata lama sekolah dengan capaian 11,59 tahun. Ini juga lebih tinggi dari nasional yang hanya 13,3 tahun.
Selanjutnya, indikator pengeluaran rill per kapita per tahun mencapai 20,6 juta rupiah atau lebih tinggi dari nasional yang hanya 12,8 juta. Di Jakarta, kenaikan pengeluaran meningkat 723.000. Angka ini tumbuh 3,62 persen. Sedangkan kenaikan nasional 461.000 rupiah.
Sementara itu, berdasarkan kabupaten/kota di Jakarta, IPM Jakarta Selatan tertinggi (88,51). Selanjutnya, Jakarta Timur (85,51), Jakarta Barat (85,18), Jakarta Pusat (84,45), Jakarta Utara (83,12), dan Kepulauan Seribu (77,52).
IPM Indonesia tahun ini mencapai 75,90 atau meningkat 0,88 poin dibandingkan tahun lalu yang hanya 75,02. Selain Jakarta, terdapat dua provinsi lain yang juga berstatus IPM sangat tinggi. Keduanya adalah DI Yogyakarta (82,48) dan Kepulauan Riau (80,53).
Sebaiknya Anda baca juga:
BPS mencatat kenaikan IPM tertinggi terjadi di Provinsi Jawa Barat (0,98 poin). Sedangkan kenaikan IPM terendah terjadi di Provinsi Papua Tengah (0,39 poin).
Perdagangan
Sementara itu, dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus, mengungkapkan sektor perdagangan menyerap paling banyak tenaga kerja Jakarta (23,01 persen). “Sedangkan jumlah pekerja mencapai 5,13 juta orang,” jelas Nurul. Sektor lain yang juga banyak menyerap tenaga kerja, adalah akomodasi dan makan minum (12,67 persen), pengangkutan dan pergudangan (11,83 persen), industri pengolahan (11,14 persen), serta aktivitas jasa lainnya (9,4 persen).
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, Nurul menyatakan lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling banyak sejak Agustus 2024-Agustus 2025 adalah sektor aktivitas jasa lainnya dengan jumlah 12.000 orang. Sektor ini lalu diikuti pengadaan air, sampah dan daur ulang (4.780) serta sektor perdagangan (2.610).
Perbandingan bulan Agustus terhadap Februari, lapangan usaha aktivitas kesehatan dan kegiatan sosial, industri pengolahan, dan aktivitas profesional dan perusahaan menyerap tenaga kerja terbesar. Untuk Februari, yang tertinggi di sektor aktivitas kesehatan dan kegiatan sosial (40.000). Lalu industri pengolahan 21.000.
Selanjutnya, aktivitas profesional dan perusahaan 20.750 orang,” ujar Hasanudin. BPS juga mencatat jumlah penduduk usia kerja Jakarta sebesar 8,43 juta orang. Jumlah ini terdiri dari angkatan kerja sebanyak 5,46 juta orang dan bukan angkatan kerja sebanyak 2,97 juta orang. Kemudian, dari total angkatan kerja, yang bekerja 5,13 juta. Sisanya,menganggur.
Sementara itu, Nurul juga mencatat untuk bulan Agustus jumlah pengangguran 330.000 dari 5,46 juta angkatan kerja di Jakarta.Meski demikian, angka tersebut menurun sedikit (7.660) dari Agustus tahun lalu. Dia menuturkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jakarta berdasarkan hasil Sakernas Agustus mencapai 6,05 persen. Ini berarti terdapat enam menganggur dari 100 angkatan kerja.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!