Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mentan Akan Alihkan Anggaran bagi Daerah yang Tak Serius Cetak Sawah

📅 Rabu, 25 Feb 2026, 13:10 WIB | Oleh:
Mentan Akan Alihkan Anggaran bagi Daerah yang Tak Serius Cetak Sawah Doc: antara foto
Ket. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan akan mengalihkan anggaran ke daerah lain apabila pemerintah daerah (pemda) tidak serius menjalankan program cetak sawah sebagai bagian penguatan produksi dan swasembada pangan nasional.

Amran mengingatkan bagi daerah yang tidak menunjukkan keseriusan menjalankan program strategis dalam menjaga momentum swasembada beras akan dievaluasi, bahkan anggarannya dapat dialihkan.

"Yang tidak serius, kabupaten yang tidak serius, tolong nol kan anggarannya, Menteri (Pertanian) yang tanggung jawab. Sampaikan Menteri (Pertanian) yang tanggung jawab,” kata Mentan dalam Rapat Koordinasi Nasional bersama jajaran Eselon I dan II serta Kepala Dinas se-Indonesia sebagaimana keterangan di Jakarta, Rabu (25/2).

Ia menambahkan anggaran pertanian yang mencapai puluhan triliun rupiah merupakan amanah rakyat yang harus diwujudkan menjadi produksi nyata.

Oleh karena itu, bantuan akan diprioritaskan kepada daerah yang progresnya baik, sementara daerah dengan capaian rendah akan ditahan sementara hingga menunjukkan perbaikan.

“Tolong seluruh dirjen (direktur jenderal), daerah yang capaiannya rendah, alihkan ke yang rajin. Jadi kabupaten dan provinsi yang tidak serius, anggarannya tarik, pindahkan ke provinsi lain, kabupaten lain,” ujarnya.

Dia menekankan langkah tegas tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan perlindungan kepada daerah agar tidak terbebani target yang tidak mampu direalisasikan.

"Bentuk cinta saya, kalau Anda tidak sanggup, saya pindahkan anggarannya. Dari pada nanti tidak berjalan optimal di kemudian hari,” ucapnya.

Amran yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini menegaskan program cetak sawah tidak boleh kendur, sehingga menginstruksikan seluruh kepala dinas pertanian provinsi dan kabupaten/kota untuk tetap memacu percepatan cetak sawah, optimalisasi lahan, serta program strategis pertanian lainnya.

"Momentum swasembada pangan yang telah diraih tidak boleh kendur dan harus dijaga secara berkelanjutan," tegasnya.

Ia menekankan cetak sawah merupakan fondasi keberlanjutan swasembada. Tahun 2025, cetak sawah mencapai sekitar 200 ribu hektare. Sedangkan di 2026, program tersebut ditargetkan hingga 250 ribu hektare.

Amran menuturkan jika dikombinasikan dengan program optimalisasi lahan yang telah berjalan beberapa tahun terakhir, menurutnya, swasembada pangan dapat berkelanjutan hingga beberapa tahun ke depan.

“Ini yang membuat sistem nanti. Ini yang membuat berkelanjutan swasembada kita,” tutur Amran.

Dalam kesempatan itu, Amran juga menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam mewujudkan swasembada pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.