Waspadai Cuaca Ekstrem hingga Awal Tahun
📅 Selasa, 04 Nov 2025, 03:03 WIB | Oleh: Tim PenulisDalam paparannya berjudul “Konsep Penanggulangan Bencana Alam dalam Mendukung Keamanan Nasional yang Kokoh”, Suharyanto menjelaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu dari 35 negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia. Menurut dia, kondisi geografis dan geologis menjadikan sebagian besar wilayah Indonesia berada di jalur rawan bencana, baik hidrometeorologi, geologi, maupun non-alam.
BNPB mencatat periode 2021–2025 menunjukkan penurunan jumlah korban jiwa dan kerugian ekonomi akibat bencana masing-masing sebesar 93,49 persen dan 79,76 persen.
Capaian tersebut dinilai sebagai hasil dari peningkatan efektivitas strategi penanggulangan bencana dan kesiapsiagaan pemerintah bersama masyarakat. Dalam membangun ketahanan nasional, kata dia, BNPB terus mengembangkan program Desa Tangguh Bencana (Destana), sistem peringatan dini multi-bahaya (Multi-Hazard Early Warning System/MHEWS), serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi.
“Upaya ini diiringi dengan peningkatan kapasitas pemerintah daerah dan penguatan sinergi lintas kementerian dan lembaga. BNPB juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan kesadaran bencana sebagai bagian dari karakter nasional dan pilar utama ketahanan bangsa. Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!