Operasi SPHP Tak Berhenti: Strategi Bapanas Redam Gejolak Harga
📅 Selasa, 04 Nov 2025, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
TANGERANG – Beras SPHP berperan sebagai instrumen untuk menstabilkan harga beras di pasaran, mencegah lonjakan yang dapat memengaruhi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui distribusi yang luas ke pasar tradisional, ritel modern, dan saluran lainnya, program ini memastikan ketersediaan beras yang cukup untuk masyarakat.
Program ini menyediakan beras dengan harga yang lebih terjangkau, yang secara langsung membantu menjaga kemampuan beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap berjalan meskipun memasuki masa panen raya demi stabilitas harga komoditas itu.
Amran menegaskan kebijakan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras di seluruh daerah, terutama di wilayah yang bukan termasuk sentra produksi padi utama.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Terus (berlanjut). Nggak pernah terhenti, terus bergulir," kata Amran saat dikonfirmasi di sela-sela mengunjungi Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Serpong di Tengerang, Banten, Senin (3/11).
Dikatakan, apabila memasuki panen raya, pendistribusian beras subsidi itu akan difokuskan ke wilayah pegunungan dan nonproduksi padi, agar masyarakat di daerah tersebut tetap dapat mengakses beras dengan harga terjangkau dan stabil.
Kebijakan itu juga dinilai menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan keadilan pangan nasional, di mana seluruh lapisan masyarakat, baik produsen maupun konsumen, dapat menikmati manfaat distribusi beras SPHP secara merata.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia program SPHP yang disalurkan Perum Bulog telah terbukti berperan penting menekan gejolak harga dan menjaga ketersediaan beras di pasaran, terutama saat permintaan meningkat dan distribusi terganggu akibat faktor cuaca atau logistik.
Dengan strategi ini, Bapanas optimistis pasokan beras nasional tetap terkendali, harga stabil, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat, sejalan dengan upaya mewujudkan kedaulatan serta ketahanan pangan Indonesia.
"SPHP nanti, strategi saya tadi, kami kalau nanti musim panen, bulan 3, 4, 5 (Maret-April-Mei), itu SPHP disalurkan ke daerah-daerah pegunungan yang bukan produsen padi. Cantik kan?," imbuh Amran.
Sebelumnya Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan hingga Minggu (2/11) penyaluran beras SPHP telah mencapai lebih dari 560 ribu ton, menunjukkan tingginya kepercayaan dan minat masyarakat terhadap beras pemerintah tersebut.
Adapun target distribusi beras SPHP hingga Desember 2025 sebanyak 1,5 juta ton.
Bulog memastikan stok beras SPHP tersedia di titik-titik yang mengalami disparitas harga dan mendistribusikannya secara cepat dan merata.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!