Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendes Bangkitkan Peternak di Tingkat Desa

2 Senin, 26 Jan 2026, 16:14 WIB | Oleh:
Kemendes Bangkitkan Peternak di Tingkat Desa Kemendes Bangkitkan Peternak di Tingkat Desa Doc: ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT
Ket. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima audiensi pemilik Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Kurma Adzwa Farm Ikhsan Davit Wijaya di Kantor Kemendes, Jakarta, Senin (26/1).

JAKARTA -- Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) siap membangkitkan para peternak di desa demi memastikan roda ekonomi berputar dan bermanfaat untuk masyarakat setempat.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Jakarta, Senin, menyampaikan salah satu wujud upaya membangkitkan peternak desa adalah dengan menggandeng berbagai pihak, seperti Kurma Adzwa Farm, yakni peternakan domba yang menggabungkan pengelolaan modern dengan pendekatan ramah lingkungan.

"Ini sudah senafas sama kita. Ini sesuai program kita sekarang yaitu pemuda pulang ke desa. Kita akan kembangkan ekosistem peternakan ini dan kita maksimalkan," kata Mendes Yandri saat menerima audiensi pemilik Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Kurma Adzwa Farm Ikhsan Davit Wijaya.


Diketahui, kolaborasi itu tidak terbatas pada pengelolaan domba, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang peternakan. Para remaja desa akan dikirim belajar ke Jepang dan pulang ke Indonesia untuk mengamalkan ilmunya, berikut dengan pembangunan sistem peternakan yang tepat.

Hal itu sebagaimana kampanye yang disampaikan Mendes Yandri agar para pemuda berkarya di desa guna mewujudkan AstaCita ke-6 Presiden Prabowo Subianto.

Berikutnya Mendes Yandri mengapresiasi gerakan Kurma Adzwa Farm terkait dengan upaya meningkatkan kualitas SDM melalui pendampingan saat mengembangkan peternakan. Kemendes, kata dia, akan mendukung upaya itu dengan meresmikan kolaborasi yang akan dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU).


Menurut dia, pendampingan itu harus disertai dengan pemberdayaan untuk memastikan keberlanjutan atas program tersebut. Jika keduanya terlaksana secara maksimal, Mendes Yandri meyakini pengembangan peternakan di desa akan sukses dan membawa manfaat besar untuk masyarakat desa.

"Jadi, ini butuh pendampingan dan pemberdayaan. Kalau didampingi terus tanpa pemberdayaan mereka marah, kalau kita berdayakan tanpa pendampingan, maka hilang itu. Kalau kita kasih modal, mesti kita kasih pendampingan, kalau kita kasih pendampingan harus ada pemberdayaan," kata dia.

Program bersama Kurma Adzwa Farm diharapkan terealisasi di seluruh Indonesia, dimulai dari Banten dan Jawa Barat dan akan direplikasi ke wilayah lain dengan konsep yang matang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Telkom Percepat Adopsi AI di Segmen Enterprise

56 menit yang lalu | Lili Lestari

Ekonomi
Telkom Percepat Adopsi AI d...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.