Mensos Pastikan Keluarga Pekerja Migran Tetap Terima Bantuan Sosial
Senin, 03 Nov 2025, 17:35 WIBJakarta - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf memastikan bahwa keluarga pekerja migran Indonesia yang memenuhi kriteria berhak menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah sebagai bagian dari upaya perlindungan sosial yang inklusif dan berkeadilan.
âKami pastikan bansos itu inklusif. Jadi, diberikan kepada siapapun yang memenuhi kriteria, khususnya mereka yang masuk dalam desil 1 sampai 4 dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),â kata Saifullah dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/11).
Ia menegaskan keluarga pekerja migran yang berada di kelompok masyarakat rentan, termasuk lansia, penyandang disabilitas atau orang tua yang ditinggalkan di Tanah Air, dapat memperoleh manfaat bantuan sosial apabila memenuhi syarat yang ditetapkan.
Dalam kesempatan itu, ia memastikan bahwa Kementerian Sosial bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) saat ini terus menyempurnakan pendataan terkait jumlah dan persebaran dari keluarga penerima manfaat dimana saja, sehingga penyaluran bansos tepat sasaran.
Kementerian Sosial untuk penyaluran bansos triwulan IV 2025, mencatat total ada sekitar 390 ribu lebih keluarga penerima manfaat (KPM) bansos murni, bantuan sembako murni bagi 8,6 juta lebih KPM, dan penerima ganda program keluarga harapan sekaligus sembako sekitar 9,6 juta KPM.
âYang pasti, misalnya ada orang tuanya yang ditinggal anaknya bekerja di luar negeri, lansia, atau penyandang disabilitas, mereka bisa menerima bansos selama masuk kategori yang memenuhi kriteria,â kata.
Saifullah menjelaskan bantuan sosial yang diberikan memiliki peruntukan jelas dan tidak boleh digunakan untuk hal-hal di luar kebutuhan dasar masyarakat penerima manfaat. Adapun bansos yang digunakan untuk kebutuhan pokok, seperti pendidikan anak, gizi ibu hamil dan bayi, kebutuhan lansia, serta pemenuhan hak dasar bagi penyandang disabilitas.
Bila ditemukan bansos itu disalahgunakan untuk sesuatu hal yang dilarang, seperti bermain judi, membayar hutang ataupun kegiatan kriminal, Mensos memastikan keluarga pekerja migran selaku penerima manfaat tidak bisa mendapatkan bansos itu pada periode penyaluran berikutnya.
Kementerian Sosial memastikan kerja sama lintas lembaga terus diperkuat, termasuk dengan Kementerian P2MI guna memastikan keluarga pekerja migran di dalam negeri tetap terlindungi secara sosial dan ekonominya.
âKita terus berkoordinasi agar keluarga para pekerja migran yang ditinggalkan juga mendapat perhatian dan bantuan, termasuk bagi yang masuk kategori lansia telantar,â kata dia.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Wali Kota Eri Siapkan Ratusan Paskibraka Surabaya Jadi Duta Kampung Pancasila pada 2027
-
DPRD DKI Ingatkan Transjakarta Soal Beban APBD Kapal Kepulauan Seribu
-
Tol Jambi-Rengat Rp17 Triliun Dikebut, Pembebasan Lahan Ditargetkan Tuntas Desember 2026
-
Bintang Film "Nashville" dan "Scream", Hayden Panettiere Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun
-
Menkomdigi: Digitalisasi Bansos Diperluas Secara Nasional pada Oktober 2026
-
Label Batas Konsumsi Menu MBG Mulai Diterapkan SPPG Belitung
-
Jepang Tuntaskan Tahap Akhir Pembuangan Limbah PLTN Fukushima
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.