UEFA Nations League: Prancis Ditahan Italia 1-1, Debut Kandang Zidane Berakhir Tanpa Kemenangan

Minggu, 04 Okt 2026, 00:03 WIB

PARIS – Awal sempurna Zinedine Zidane sebagai pelatih Prancis akhirnya terhenti. Les Bleus ditahan Italia 1-1 dalam lanjutan UEFA Nations League di Stade de France, Sabtu (3/10) dini hari WIB. Tuan rumah bahkan harus mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain setelah Dayot Upamecano menerima kartu merah pada menit-menit akhir.

Prancis sebelumnya meraih kemenangan 1-0 atas Turki dan Belgia dalam dua pertandingan pertama Zidane sebagai pelatih. Namun, catatan sempurna itu terhenti setelah keunggulan yang diperoleh melalui Michael Olise tidak mampu dipertahankan.

Ket. Foto: Ilustrasi laga UEFA Nations League, Prancis vs Italia, Sabtu (3/10) dini hari WIB. — Sumber: UEFA

Olise membawa Prancis unggul 10 menit setelah babak kedua dimulai. Italia kemudian menyamakan kedudukan melalui Alessandro Bastoni pada menit ke-68.

“Saya sangat kecewa untuk para pemain karena kami pantas mendapatkan hasil yang lebih baik,” kata Zidane kepada TF1.

“Namun, saya bangga kepada mereka. Kerja keras dan pressing yang mereka lakukan sangat luar biasa.”

Pertandingan tersebut memiliki makna khusus bagi Zidane. Debut kandangnya sebagai pelatih Prancis mempertemukannya dengan lawan yang sama seperti pada pertandingan terakhirnya sebagai pemain tim nasional.

Italia merupakan lawan Prancis pada final Piala Dunia 2006. Pertandingan tersebut dimenangkan Italia melalui adu penalti dan dikenang karena insiden Zidane dengan Marco Materazzi yang berujung kartu merah bagi sang kapten Prancis pada babak tambahan waktu.

Di Stade de France, Prancis langsung mendominasi penguasaan bola dan membuat Italia bertahan di wilayahnya sendiri. Namun, peluang pertama justru menjadi milik Gli Azzurri.

Moise Kean gagal memanfaatkan peluang dari jarak dekat setelah sepakannya dari dalam kotak enam meter tepat mengarah kepada kiper Prancis, Mike Maignan.

Prancis terus memainkan sepak bola menyerang dengan kombinasi umpan cepat. Namun, hingga babak pertama berakhir, peluang terbaik mereka hanya datang dari umpan silang Olise yang berubah arah dan membentur mistar.

Italia justru semakin berbahaya menjelang turun minum. Tembakan Davide Frattesi yang mengarah ke gawang sempat mengenai pemain Prancis sebelum bola keluar untuk menghasilkan sepak pojok.

“Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit,” kata pelatih Italia Roberto Mancini kepada RAI.

“Namun, kami berhasil membuat mereka hanya memiliki sedikit peluang, meskipun mereka lebih banyak menguasai bola.”

Prancis tampil lebih agresif setelah jeda dan langsung memberikan tekanan kepada Gianluigi Donnarumma. Kiper Italia tersebut menggagalkan tembakan jarak jauh Desire Doue. Donnarumma kemudian kembali sigap ketika menahan usaha Ousmane Dembele dari jarak sangat dekat.

Beberapa saat kemudian, Donnarumma kembali melakukan penyelamatan penting dengan menepis tembakan melengkung Olise.

Tekanan Prancis akhirnya membuahkan hasil melalui situasi bola mati. Rayan Cherki memberikan umpan pendek kepada Olise. Pemain Prancis itu kemudian melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau Donnarumma dan bersarang setelah membentur bagian bawah mistar.

Namun, Prancis gagal memanfaatkan keunggulan tersebut untuk membunuh pertandingan.

Kesalahan dalam membangun serangan dari lini belakang menjadi awal gol penyeimbang Italia. Lucas Da Cunha gagal mengontrol umpan, sehingga Bastoni langsung merebut bola dan melaju sebelum melepaskan tembakan yang melewati Maignan pada menit ke-68.

Prancis berusaha kembali mencetak gol kemenangan. Eduardo Camavinga memaksa Donnarumma melakukan penyelamatan gemilang pada penghujung pertandingan.

Situasi Prancis semakin sulit setelah Upamecano menerima kartu kuning kedua. Prancis pun harus bermain dengan 10 orang selama lima menit terakhir.

Dalam pertandingan lain Grup A1, Belgia menang 3-0 atas Turki. Kevin De Bruyne membuka keunggulan Belgia pada menit ke-10 setelah melakukan kombinasi satu-dua dengan Dodi Lukebakio.

Lukebakio kemudian dua kali membentur tiang gawang sebelum De Bruyne mencetak gol keduanya pada menit ke-60 melalui tembakan dari luar kotak penalti.

Romelu Lukaku masuk menggantikan Lukebakio dan melengkapi kemenangan Belgia 14 menit sebelum pertandingan berakhir. Gol tersebut menjadi gol ke-94 Lukaku bersama tim nasional.

Hasil tersebut membuat Prancis tetap memimpin Grup A1 dengan tujuh poin, unggul satu angka atas Belgia. Italia mengoleksi empat poin, sedangkan Turki belum meraih poin.

Di Grup B4, Edin Dzeko menjalani pertandingan terakhirnya bersama tim nasional Bosnia dan Herzegovina. Pemain yang menjadi pemegang rekor penampilan sekaligus pencetak gol terbanyak Bosnia itu mencatat penampilan ke-152 saat menghadapi Swedia.

Pertandingan berakhir 1-1.

Swedia lebih dulu unggul melalui Viktor Gyokeres pada menit ke-61. Gol tersebut membuat Gyokeres menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam enam pertandingan Nations League secara beruntun.

Dua menit kemudian, Dzeko ditarik keluar lapangan dan mendapat sambutan meriah dari penonton. Para pemain kedua tim memberikan penghormatan kepada striker berusia 40 tahun tersebut, sementara rekan-rekannya membentuk barisan penghormatan.

Kerim Alajbegovic kemudian menyelamatkan Bosnia dari kekalahan melalui gol penyama kedudukan 10 menit sebelum pertandingan berakhir.

Dalam pertandingan Grup B4 lainnya, Robert Lewandowski mencetak hat-trick saat Polandia menghancurkan Rumania 6-0.

Titik balik pertandingan terjadi pada pertengahan babak pertama ketika Radu Dragusin menerima kartu merah karena melakukan pelanggaran terhadap Lewandowski. Kapten Polandia itu kemudian sukses mengeksekusi penalti untuk membuka keunggulan.

Lewandowski kembali mencetak gol dua menit setelah babak kedua dimulai. Striker berusia 38 tahun itu melengkapi hat-trick sekaligus mencetak gol terakhir Polandia empat menit sebelum pertandingan berakhir.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.